Skripsi
Analisis isi konten instagram dengan hashtag #tpbis sebagai upaya mendorong inklusi sosial / Zahira Nathasa
Abstrak
Perpustakaan sebagai pusat informasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Namun rendahnya skor PISA tahun 2024 menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pendidikan secara merata. Pemerintah mendorong transformasi sosial melalui inklusi sosial dan perpustakaan diharapkan menjadi agen aktif dalam proses tersebut. Inklusi sosial dipandang sebagai sarana untuk mewujudkan kesetaraan akses informasi dan partisipasi sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam konteks ini media sosial seperti Instagram menjadi ruang digital untuk menyampaikan pesan-pesan inklusi sosial kepada masyarakat luas. Penelitian ini berangkat dari ketertarikan untuk memahami bagaimana unggahan di Instagram dengan hashtag TPBIS mencerminkan nilai-nilai inklusi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tema-tema yang muncul dalam unggahan sebagai bagian dari upaya mendukung program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data yang dianalisis berupa 270 unggahan Instagram dengan hashtag TPBIS yang dipublikasikan selama periode Januari hingga Desember 2024. Analisis dilakukan menggunakan kategori berdasarkan teori inklusi sosial untuk melihat bagaimana pesan-pesan inklusif disampaikan secara digital. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa unggahan dengan hashtag TPBIS menghadirkan beragam bentuk aktivitas yang mencerminkan nilai-nilai inklusi sosial. Berbagai konten menampilkan kegiatan seperti pelatihan keterampilan edukasi literasi dan pemberdayaan masyarakat yang disampaikan melalui pendekatan berbeda. Dalam unggahan-unggahan tersebut terlihat adanya upaya untuk mengangkat sisi partisipatif pengembangan kapasitas individu hingga pemberian ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas dan keunikan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai inklusi sosial hadir dalam berbagai tema yang dapat diidentifikasi dari konten unggahan mencerminkan peran perpustakaan dalam mendorong partisipasi pemberdayaan dan keterlibatan sosial melalui kegiatan yang diangkat dalam program TPBIS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perpustakaan berbasis inklusi sosial telah berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menyediakan akses informasi tetapi juga memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan transformatif. Meskipun begitu terdapat sejumlah tantangan seperti kurangnya modul pembelajaran mandiri dan laporan kemajuan peserta yang menunjukkan perlunya penguatan dalam aspek perencanaan dan pelaksanaan program. Pendekatan yang lebih kolaboratif komprehensif dan berbasis kebutuhan masyarakat masih perlu dikembangkan. Saran dari penelitian ini antara lain adalah memperkuat konten media sosial dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif melibatkan berbagai pihak seperti influencer literasi dan komunitas lokal. Perpustakaan juga disarankan menjalin kemitraan dengan sponsor swasta untuk mengatasi keterbatasan dana serta memperluas jangkauan program. Selain itu penting untuk mengembangkan sistem resource sharing antar sektor untuk menutupi kekurangan SDM dalam pelaksanaan program TPBIS.