Tesis
Efektivitas ferofluida Fe3O4-ekstrak ziziphus mauritiana/TiO2/DMSO dengan medium pendispersi minyak biji almon sebagai agen antimikroba / Fatimah Yamani
Abstrak
Resistensi antimikroba menimbulkan masalah global dengan perkiraan jutaan kematian akibat infeksi bakteri dan jamur. Fenomena ini didorong oleh penggunaan antibiotik yang berlebihan dan minimnya pengembangan antimikroba yang baru. Ferofluida Fe3O4-EZM/TiO2/DMSO telah berhasil disintesis menggunakan minyak biji almon sebagai media pendispersi dengan filler disintesis melalui metode ko-presipitasi dengan variasi massa Fe3O4-EZM untuk agen antimikroba. Hasil analisis XRD menunjukkan nanokomposit terdiri dari dua fase yaitu Fe3O4 yang memiliki struktur kristal cubic inverse spinel dengan ukuran kristal sebesar (11 7 ndash 12 3) nm dan TiO2 anatase yang memiliki struktur kristal tetragonal dengan ukuran kristal sebesar (13 9 ndash 15 0) nm. Penambahan ekstrak Ziziphus mauritiana (EZM) tidak memunculkan puncak baru sehingga EZM berperan sebagai surfaktan. Analisis SEM menunjukkan nanokomposit berbentuk cenderung bulat dan penambahan surfaktan menghasilkan ukuran partikel sebesar (34 9 ndash 37 3) nm. Spektrum EDX mengidentifikasi adanya puncak Fe C dan Ti secara berurutan mewakili material Fe3O4 EZM dan TiO2 dengan unsur O terdapat pada semua material penyusun nanokomposit. Berdasarkan analisis VSM teridentifikasi bahwa semua sampel bersifat superparamagnetik dengan nilai Mr dan Hc mendekati nol. Seiring bertambahnya massa Fe3O4-EZM menyebabkan nilai Ms meningkat berkisar (3 3 ndash 6 9) emu/g. Analisis FTIR menunjukkan bahwa gugus fungsi Fe-O C O Ti-O-Ti S O dan C-H merupakan karakteristik dari unsur Fe3O4 EZM TiO2 DMSO dan minyak biji almon secara berurutan. Analisis uji antimikroba menunjukkan bahwa sampel memiliki aktivitas sedang hingga kuat dan cenderung lebih efektif di bawah sinar UV. Terdapat dominasi sampel dengan kandungan Fe3O4-EZM sebesar 1 25 gram sebagai agen antimikroba yang baik dengan daya hambat sebesar 16 35 mm 12 50 mm 10 80 mm dan 11 28 mm untuk C. albicans S. aureus B. subtilis dan E. coli secara berurutan. Nilai diameter zona hambat antimikroba pada penelitian ini fluktuatif yang dapat diakibatkan oleh sampel yang cenderung mengalami aglomerasi kurang homogen dan penggunaan magnetic stirrer pada proses pembuatan ferofluida yang menyebabkan sebagian sampel menempel pada permukaan batang magnet sehingga memengaruhi keefektifannya sebagai agen antimikroba.