Skripsi
Parikan karya siswa kelas viii SMP Negeri 5 Malang / Nur Hafshah Arranirie
Abstrak
Bahasa Jawa berperan penting dalam melestarikan budaya dan nilai moral masyarakat Jawa di tengah tantangan globalisasi. Pembelajaran Bahasa Jawa menjadi langkah strategis untuk mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda terutama melalui keterampilan menulis yang melatih siswa mengungkapkan gagasan secara terstruktur. Salah satu bentuk sastra Jawa yang diajarkan adalah parikan yang terdiri dari sampiran dan isi dengan pola rima khas. Pembelajaran parikan di SMP Negeri 5 Malang termuat dalam kurikulum muatan lokal kelas VIII sebagai upaya mengembangkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap sastra tradisional. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur majas serta tema dan orisinalitas dalam parikan karya siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis konten. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kata frasa klausa kalimat dan bait dari parikan karya siswa. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa kelas VIII A E dan H SMP Negeri 5 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) struktur dalam parikan karya siswa memiliki tiga struktur utama yaitu guru gatra guru lagu dan guru wilangan. Struktur guru gatra dalam parikan karya siswa menunjukkan adanya dua jenis jumlah baris yang ditemukan yaitu parikan berjumlah dua baris dan empat baris. Struktur guru lagu dalam parikan karya siswa menunjukkan tiga pola pengulangan bunyi yaitu pola rima akhir a-a pola rima a-a-a-a dan pola rima a-b-a-b. Struktur guru wilangan dalam parikan karya siswa menunjukkan pola yang beragam. Terdapat tujuh pola suku kata yang ditemukan yaitu pola (4 wanda 4 wanda)x2 pola (4 wanda 5 wanda) x2 pola (4 wanda 6 wanda) x2 pola (4 wanda 8 wanda) x2 pola (3 wanda 5 wanda) x2 pola (8 wanda 8 wanda) x2 dan pola bebas yang tidak terikat jumlah suku kata tertentu pada setiap barisnya. (2) majas dalam parikan karya siswa terbagi menjadi empat kategori yaitu majas perbandingan pertentangan sindiran dan penegasan. Pada kategori majas perbandingan ditemukan majas metafora personifikasi alegori dan simbolik. Pada kategori majas pertentangan terdapat majas antitesis paradoks hiperbola dan litotes. Pada kategori majas sindiran ditemukan majas ironi dan sarkasme. Pada kategori majas penegasan terdapat majas retorik pleonasme repetisi dan paralelisme serta (3) tema dan orisinalitas dalam parikan karya siswa. Tema dalam parikan karya siswa mencerminkan sepuluh bidang yaitu tema pendidikan profesi kesehatan dan pola hidup relasi sosial spiritualitas lingkungan otomotif seni dan budaya politik dan pemerintahan serta ekonomi. Orisinalitas dalam parikan karya siswa ditemukan tiga kategori yaitu orisinal utuh orisinal sebagian dan tidak orisinal.