Skripsi
Representasi kreasi inovasi musik rebanana sebagai wujud akulturasi budaya Islam-Osing di Kabupaten Banyuwangi / Ahmad Maheru Jiddan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui makna syair dan fungsi musik rebanana dalam tradisi masyarakat Kabupaten Banyuwangi (2) Mengetahui bentuk akulturasi budaya Islam-Osing dalam musik rebanana di Kabupaten Banyuwangi (3) Mengetahui upaya pelestarian musik rebanana oleh Dewan Kesenian Blambangan dan Grup Rebanana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dan sumber data diperoleh melalui (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan empat tahapan yaitu (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) sajian data (4) kesimpulan. Hasil penelitian (1) tiga makna syair dan fungsi musik rebanana dalam tradisi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Pertama syair sholawat badar merupakan doa-doa serta ungkapan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan para ahli perang badar. Bagi masyarakat Kabupaten Banyuwangi sholawat badar menjadi syair perlawanan terhadap penjajahan. Kedua syair sholawat ya rasulullah salamun alaik merupakan bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW bahwa beliaulah sebaik-baiknya manusia dan pedoman dalam meneladani akhlak-Nya. Ketiga syair wangsalan basanan merupakan seni puisi tradisional yang memiliki makna kehidupan dan sebagai representasi identitas masyarakat Osing. Sedangkan fungsi dalam tradisi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi yaitu musik rebanana merupakan suatu pertunjukan hiburan yang memiliki arti dalam setiap syair-syair yang dibawakan serta sebagai media meningkatkan kualitas iman masyarakat Kabupaten Banyuwangi (2) bentuk akulturasi budaya Islam-Osing dalam musik rebanana di Kabupaten Banyuwangi dibagi menjadi empat yaitu (a) bahasa dalam syair musik rebanana menggunakan bahasa Arab Osing dan Indonesia (b) langgam yang digunakan dalam musik rebanana menggunakan langgam ngelik atau nada tinggi dan langgam sholawat seperti Qasidahan dan Al Barzanji (c) kostum yang digunakan dalam musik rebanana terbagi menjadi dua yaitu pemain alat musik menggunakan peci atau songkok baju muslim memakai sarung. Penari latar menggunakan kebaya muslim diahiasi bordi khas Banyuwangi celana putih dihiasi bordir khas Banyuwangi udeng untuk pria dan kerudung untuk wanita aksesoris tambahan (d) alat musik yang digunakan dalam pertunjukan musik rebanana terbagi menjadi delapan yaitu hadrah jidor kendang Banyuwangi ketuk jaler ketuk esri gong biola dan keluncing (3) upaya pelestarian musik rebanana oleh Dewan Kesenian Blambangan dan Grup Rebanana yaitu (a) upaya pelestarian musik rebanana oleh Dewan Kesenian Blambangan melalui program kerja dan beberapa kegiatan yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yaitu Hari Jadi Banyuwangi Hari Lahir NU dan Refleksi seni budaya Banyuwangi. Selain itu DKB juga melakukan upaya promosi melalui media sosial seperti instagram youtube dan tiktok (b) upaya pelestarian musik rebanana oleh grup rebanana yaitu sebagai aktor pada kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Blambangan dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Selain itu Grup Rebanana juga aktif melakukan upaya promosi melalui media sosial. Syair yang terdapat pada musik rebanana memiliki makna yaitu sebagai salah satu upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengagungkan Nabi Muhammad SAW dalam bentuk puji-pujian dan doa. Selain itu musik rebanana memiliki fungsi yang fundamental dalam tradisi masyarakat Kabupaten Banyuwangi yaitu sebagai media syiar agama Islam serta menjadi salah satu hiburan yang menarik bagi masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Bentuk akulturasi budaya dalam musik rebanana yang merepresentasikan budaya Islam-Osing yaitu ditunjukkan pada penggunaan bahasa langgam kostum dan alat musik. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa Arab Indonesia dan Osing. Langgam yang digunakan yaitu langgam ngelik atau vokal dengan nada tinggi dan langgam Qasidahan. Kostum yang digunakan yaitu songkok baju muslim dan sarung untuk pemain alat musik. Sedangkan penari latar kebaya muslim dengan hiasan bordir motif Banyuwangi celana putih yang dihiasi bordir Banyuwangi serta memakai penutup kepala udeng untuk pria dan kerudung untuk wanita. Alat musik yang digunakan pada musik rebanana yaitu terbang/hadrah jidor kendang Banyuwangi ketuk jaler ketuk esri gong biola dan keluncing. musik rebanana merupakan suatu kekayaan seni musik tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Banyuwangi. Untuk menjaga keberlanjutannya berbagai upaya pelestarian dilakukan oleh Dewan Kesenian Blambangan dan Grup Rebanana. Dewan Kesenian Blambangan melalui program kerja serta juga promosi melalui media digital dan cetak. Upaya pelestarian musik rebanana yang dilakukan oleh Grup Rebanana yaitu melalui pertunjukan musik rebanana pada kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan di dalam maupun di luar Banyuwangi serta melalui media digital dengan konten-konten yang menarik. Berdasarkan penelitian representasi kreasi inovasi musik rebanana sebagai wujud akulturasi budaya Islam-Osing di Kabupaten Banyuwangi peneliti bermaksud memberikan saran yang diharapkan mampu memberikan manfaat yaitu (1) bagi Dewan Kesenian Blambangan untuk selalu melakukan dukungan dan mengembangkan seni budaya Banyuwangi dan pelestarian nilai-nilai luhur seni budaya Banyuwangi (2) bagi Grup Rebanana untuk selalu melestarikan seni musik rebanana dan diharapkan untuk megembangkan kreasi inovasi pada musik rebanana.