Skripsi
Peran kepala sekolah sebagai inovator untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka (studi kasus di SMKN 2 Malang) / Ana Faidatul Izza
Abstrak
Kepala sekolah dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai inovator kepala sekolah harus memiliki strategi yang efektif untuk menjalin hubungan harmonis dengan lingkungan mencari gagasan baru mengintegrasikan setiap kegiatan menjadi teladan bagi seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif. Peran kepala sekolah sebagai inovator harus memiliki strategi yang tepat untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan mencari gagasan baru mengintegrasikan setiap kegiatan memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah serta mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif sehingga guru merasa didukung dalam mencoba pendekatan baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan peran kepala sekolah sebagai inovator dalam meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka menjadi sangat penting. Kepala sekolah harus mampu mengembangkan strategi dan program-program yang dapat meningkatkan kompetensi guru sehingga mereka dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji lebih dalam terkait dengan (a) peran inovator kepala sekolah secara konstruktif untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka (b) peran inovator kepala sekolah secara kreatif untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka (c) peran inovator kepala sekolah secara delegatif untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka (d) peran inovator kepala sekolah secara delegatif untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan (e) peran inovator kepala sekolah secara keteladanan untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis rancangan penelitian studi kasus yang membahas fenomena yang terjadi secara rinci yang berlokasi di SMKN 2 Malang. Peneliti menggunakan kepala sekolah sebagai informan kunci dan delapan guru sebagai informan pendukung. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan data kondensasi data penyajian data serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan pada peneliti ini adalah (1) kredibilitas yang mencakup perpanjangan waktu pengamatan triangulasi pengecekan anggota dan kecukupan bahan referensi (2) keteralihan (3) ketergantungan (4) kepastian. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini antara lain (1) peran inovator Kepala SMKN 2 Malang secara konstruktif dalam meningkatkan kualitas guru adalah memberikan motivasi workshop atau In House Training memberikan kesempatan mengembangkan kompetensi melakukan supervisi dan memberikan apresiasi (2) peran inovator Kepala SMKN 2 Malang secara kreatif dalam meningkatkan kualitas guru antara lain bekerja sama dengan DU/DI mengembangkan pembelajaran Teaching Factory MGMPS (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah) menerapkan lesson study dan sharing praktik baik (3) peran inovator Kepala SMKN 2 Malang secara delegatif adalah pemimpin tidak serta merta melepaskan tanggung jawab atas keputusan yang diambil. Adapun peran inovator Kepala SMKN 2 Malang secara delegatif antara lain pembagian tim berdiskusi terbuka menerapkan 3K (Komunikasi Koordinasi dan Kolaborasi) (4) peran inovator Kepala SMKN 2 Malang secara integratif merupakan sebagai penghubung yang menyatukan berbagai komponen dan kegiatan di sekolah. Adapun peran inovator Kepala SMKN 2 Malang secara integratif antara lain penyusunan visi dan misi penyusunan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan rapat Morning Tea dan mengundang guru tamu (5) peran inovator kepala sekolah secara keteladanan Kepala SMKN 2 Malang menunjukkan keberanian dalam mengambil langkah-langkah penting terkait penerapan Kurikulum Merdeka. Adapun contoh peran inovator kepala sekolah secara keteladanan antara lain berani dan bertanggung jawab ikut mengembangkan prestasi coaching bagi para guru dan memiliki sikap saling peduli. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka saran dari penelitian ini ditujukan kepada (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memberikan dukungan penuh terhadap sekolah dalam meningkatkan peran inovator kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (2) Pengawas Pendidikan untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada kepala sekolah. Selain itu pengawas juga dapat memfasilitasi forum berbagi praktik baik antar sekolah sebagai sarana pengembangan profesional berkelanjutan (3) Kepala SMKN 2 Malang untuk mempertahankan dan mengembangkan peran inovator untuk meningkatkan kualitas guru dengan mendukung peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (4) Guru SMKN 2 Malang untuk tetap aktif meningkatkan pengembangan diri atau kompetensi melalui kegiatan profesionalisme yang diselenggarakan oleh sekolah guna mencapai tujuan sekolah guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (5) Peneliti Selanjutnya yang akan melakukan kajian yang sama untuk dapat mengembangkan penelitian lanjutan dengan mengkaji lebih mendalam mengenai peran kepala sekolah sebagai inovator untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMKN 2 Malang.