Skripsi
Dampak jam pelajaran terhadap hasil belajar sejarah peserta didik kelas x: studi perbandingan SMK Farmasi Maharani dan SMK Kesehatan Adi Husada Malang / KARTIKA EKA PAKSI AYU WANDIRA
Abstrak
Pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seringkali menghadapi kendala alokasi waktu yang terbatas karena prioritas lebih diberikan pada matapelajaran kejuruan. Penempatan jam pelajaran sejarah di siang hari kelelahan peserta didik setelah praktik dan rendahnya minat terhadap sejarah turut memengaruhi rendahnya hasil belajar. Penelitian ini mengkaji pengaruh alokasi jam pelajaran terhadap hasil belajar sejarah peserta didik kelas X di dua SMK di Kota Malang yakni SMK Farmasi Maharani dan SMK Kesehatan Adi Husada. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena bahwa matapelajaran sejarah di SMK seringkali terpinggirkan akibat dominasi pelajaran kejuruan dan keterbatasan waktu pembelajaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus perbandingan penelitian ini menggali bagaimana sistem jam pelajaran reguler (45 menit/minggu) di SMK Farmasi Maharani dibandingkan dengan sistem blok (135 menit/minggu) di SMK Kesehatan Adi Husada memengaruhi proses pembelajaran serta hasil belajar peserta didik dalam ranah kognitif afektif dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu pembelajaran yang lebih panjang memungkinkan guru menyampaikan materi secara lebih mendalam dan memberi ruang untuk pengembangan keterampilan. SMK Kesehatan Adi Husada menunjukkan capaian belajar yang lebih tinggi secara umum didukung oleh intensitas belajar yang lebih terfokus dan kegiatan proyek yang terstruktur. Sementara itu SMK Farmasi Maharani menunjukkan hasil yang cukup baik meski waktu terbatas melalui pendekatan pembelajaran kreatif dan penugasan yang menarik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan waktu belajar yang efektif dalam meningkatkan pemahaman sejarah partisipasi aktif dan motivasi belajar peserta didik. Disimpulkan bahwa sistem blok lebih efektif dalam konteks pembelajaran sejarah di SMK namun tetap diperlukan strategi pedagogis yang adaptif dalam setiap konteks institusi. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dan pendidik untuk mempertimbangkan aspek waktu sebagai faktor kunci dalam perencanaan kurikulum dan proses pembelajaran sejarah di pendidikan kejuruan.