Tesis
Penelitian korelasi: hubungan kompetensi guru dengan pengetahuan guru tentang teknologi asistif dan penggunaan teknologi asistif pada anak cerebral palsy / Titis Setyorini
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkorelasikan antara kompetensi guru pengetahuan guru tentang teknologi asistif dan penggunaan teknologi asistif dalam pembelajaran anak dengan cerebral palcy di Sekolah Luar Biasa (SLB) Banyuwangi. Fokus utama penelitian ini adalah mengetahui ingin mengetahui tingkat kemampuan guru mempengaruhi pengetahuan mereka tentang teknologi bantu dan bagaimana pengetahuan ini berdampak pada penggunaan teknologi bantu dalam proses pendidikan. Teknologi bantu adalah perangkat dan layanan yang dirancang untuk membantu anak berkebutuhan khusus termasuk anak penderita Cerebral Palsy yang memerlukan dukungan khusus dalam aktivitas akademik dan keterampilan hidup sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain korelasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada guru-guru yang mengajar di SLB Banyuwangi. Populasi yang terlibat dalam penelitian adalah 250 guru dari seluruh Kabupaten Banyuwangi dengan total 154 responden yang digunakan dalam penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara kompetensi guru tentang asisten teknologi dan tingkat penggunaan asisten teknologi dalam proses pendidikan. Data yang dikumpulkan telah diuji validitas dan kepercayaannya untuk memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan adalah valid. Hal ini ditunjukkankkan dengan nilai koefisien korelasi variabel kompetensi guru sebesar 0.375 yang berada pada rentang 0.30 ndash 0.49 yang berarti bahwa kompetensi guru (X1) memiliki kekuatan hubungan moderat terhadap penggunaan teknologi asistif oleh guru (Y). Kompetensi pengetahuan guru dengan penggunaan teknologi asistif oleh guru memilliki korelasi dengan kekuatan hubungan moderat. Nilai positif menunjukkan hubungan searah dimana jika kompetensi pengetahuan guru tentang teknologi asistif meningkat maka penggunaan teknologi asistif oleh guru juga akan meningkat hal ini ditunjukkan dengan hasil variabel pengetahuan guru tentang teknologi asistif menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0 343 yang berada pada rentang 0 30 ndash 0 49 yang berarti bahwa pengetahuan guru tentang teknologi asistif (X2) memiliki hubungan moderat terhadap penggunaan teknologi asistif oleh guru (Y). Kompetensi guru memiliki pengaruh positif terhadap pengetahuan guru tentang teknologi asistif yang pada gilirannya memengaruhi penggunaan teknologi tersebut dalam pembelajaran. Guru dengan tingkat kompetensi yang lebih tinggi menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai teknologi asistif dan lebih sering serta lebih efektif menggunakannya dalam proses pembelajaran. Analisis data menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru sebesar satu unit menyebabkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan tentang teknologi asistif dan frekuensi penggunaannya dalam kelas.