Skripsi
Kajian daya tahan simpan telur asin yang diproses dengan metode basah dan kering berdasarkan angka lempeng total (alt) koloni bakteri / Putri Nur Qomariyah
Abstrak
Telur asin merupakan telur yang telah diawetkan menggunakan garam. Telur asin memiliki daya tahan simpan yang terbatas karena telur asin rentan terhadap pertumbuhan bakteri kontaminan yang dapat berpengaruh terhadap kualitas telur asin selama masa penyimpanan. Oleh karena itu daya tahan simpan telur asin perlu diperhatikan agar tidak membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas daya tahan simpan telur asin yang dibuat dengan metode basah dan metode kering yang disimpan dengan lama waktu yang berbeda berdasarkan nilai ALT koloni bakteri yang dirujukkan pada ketentuan BPOM RI No. 13 tahun 2019 yaitu tidak melebihi 104 cfu/g. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel pada penelitian ini yaitu telur asin yang dibuat dengan metode basah dan kering yang disimpan dengan lama waktu penyimpanan berbeda yaitu 0 3 6 dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama waktu penyimpanan terhadap daya tahan simpan telur asin yang dibuat dengan metode basah dan kering berdasarkan ALT koloni bakteri. Telur asin yang dibuat dengan metode basah memiliki daya tahan simpan sampai 9 hari dengan rerata ALT koloni bakteri senilai 2 9 times 105 cfu/g dan telur asin yang dibuat dengan metode kering memiliki daya tahan simpan sampai 6 hari dengan rerata ALT koloni bakteri senilai 6 8 times 104 cfu/g.