Skripsi
Peningkatan kemampuan berpikir kritis anak uisa 5 – 6 tahun melalui pembelajaran berbasis steam menggunakan media loose parts di TK Muslimat NU 13 Malang / Salsabil Fitri Niami
Abstrak
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi kemampuan mengidentifikasi inisitaif bertanya memecahkan masalah dan membandingkan objek. Pembelajaran berbasis STEAM merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu yakni (Science Technology Eingeneering Art and Macthematic) dalam suatu rangkaian kegiatan belajar. Loose parts merupakan bahan-bahan alami maupun sintetis yang dapat digerakkan digabungkan diselaraskan dipisahkan dan disatukan semula dengan berbagai cara baik acak atau dengan aturan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak 5 ndash 6 tahun melalui pembelajaran berbasis STEAM menggunakan media loose parts. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas Kemmis dan Mc. Taggart. Subyek penelitian adalah anak kelompok B1 TK Muslimat NU 13 Malang yang berjumlah 15 anak. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan Siklus II dengan tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi berupa rating scale wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan secara kolaboratif dengan kolabolator guru kelas kelompok B1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun di kelompok B1 TK Muslimat NU 13 Malang meningkat sesudah penerapan pembelajaran berbasis STEAM menggunakan media loose parts untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak. Hal ini menunjukkan pentingnya pengembangan metode pembelajaran yang inovatif untuk mendukung potensi anak secara optimal. Langkah selanjutnya disarankan agar pendidik terus mengeksplorasi penggunaan media loose parts dalam pembelajaran berbasis STEAM dengan variasi aktivitas yang lebih luas dan menantang sesuai dengan minat serta kebutuhan anak.