Tesis
Intervensi motorik halus dalam pembelajaran pra- akademik untuk mengurangi perilaku hyperaktif pada anak attention deficit hyperactivity disorder (adhd) di sekolah khusus Lentera Nurani / Lini Marlina
Abstrak
SKH Lentera Nurani melayani anak-anak dengan ADHD di mana 40% siswa menghadapi tantangan perilaku impulsif kesulitan motorik halus serta adaptasi sosial yang memerlukan intervensi dan dukungan khusus. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis penerapan program intervensi keterampilan motorik halus terhadap pengurangan perilaku hiperaktif pada anak ADHD di SKH Lentera Nurani (2) untuk mengidentifikasi dampak program intervensi keterampilan motorik halus terhadap pengurangan perilaku hiperaktif pada anak ADHD di SKH Lentera Nurani serta (3) untuk mengetahui hambatan dan strategi pengembangan program intervensi keterampilan motorik halus untuk meningkatkan efektivitasnya di SKH Lentera Nurani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi wawancara semi- terstruktur dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru orang tua dan 5 anak yang terlibat dalam program. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi pola-pola yang berkaitan dengan perubahan perilaku anak keterlibatan mereka dalam kegiatan motorik halus serta interaksi sosial dan akademik mereka setelah mengikuti intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan intervensi motorik halus seperti meronce menggunting dan menggambar berhubungan dengan pengurangan perilaku hiperaktif pada anak-anak dengan ADHD di SKH Lentera Nurani. Aktivitas motorik halus ini menyebabkan peningkatan durasi fokus anak menjadi lebih dari 10 menit pada empat dari lima subjek sementara perilaku impulsif berkurang. (2) Dampak program ini juga terlihat pada peningkatan keterlibatan anak dalam menyelesaikan tugas-tugas sederhana. (3) Namun hambatan yang muncul termasuk durasi fokus yang masih terbatas dan perilaku impulsif yang belum sepenuhnya hilang. Strategi pengembangan program seperti pembagian tugas menjadi langkah kecil dan penggunaan alat bantu visual membantu mengatasi tantangan ini. Penelitian ini menawarkan solusi yang lebih adaptif dan terstruktur dalam pembelajaran pra-akademik berbasis intervensi motorik halus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program intervensi keterampilan motorik halus di SKH Lentera Nurani berhasil mengurangi perilaku hiperaktif pada anak ADHD serta mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka. Namun terdapat kendala terkait waktu guru dan keterlibatan orang tua. Saran untuk penelitian lanjutan adalah menggunakan desain eksperimen dan analisis longitudinal serta meningkatkan pelatihan guru dan kolaborasi dengan orang tua untuk keberlanjutan program di sekolah inklusif.