Skripsi
Studi potensi single aged garlic terhadap hepatosteatosis dan kadar gula darah pada mencit (mus musculus) perlakuan pakan tinggi kalori / Rafidatul Azizah
Abstrak
Perubahan gaya hidup akibat kemajuan teknologi dan informasi termasuk pola makan yang cenderung mengarah pada konsumsi fast food dan junk food telah berkontribusi pada peningkatan prevalensi obesitas di Indonesia. Obesitas memicu peningkatan kadar gula darah dan risiko hepatosteatosis yang menjadi masalah kesehatan global. Single Aged Garlic (SAG) menjadi salah satu pengobatan alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian SAG terhadap hepatosteatosis dan kadar gula darah pada mencit (Mus musculus) perlakuan pakan tinggi kalori (High Calorie Diet). Sebanyak dua puluh empat ekor tikus jantan strain Balb/C digunakan dalam penelitian ini dan dibagi ke dalam enam kelompok normal HCD HCD Orlistat HCD SAG 125 mg/KgBB HCD SAG 250 mg/KgBB HCD SAG 500 mg/KgBB. Pemberian HCD dilakukan 45 hari. Pemberian SAG dilakukan secara oral melalui sonde lambung selama 30 hari. Setelah perlakuan diberikan pada setiap kelompok dilkaukan pengukuran kadar gula darah. Pengamatan sel hati yang mengalami hepatosteatosis dilakukan pada preparat hati mencit yang diwarnai dengan Hematoxylin Eosin. Hasil pengamatan dilakukan perhitungan persentase dan skor steatosis. Penelitian ini menunjukkan bahwa SAG yang diberikan menunjukkan perbaikan struktur hati. Perbaikan struktur hati ditunjukkan melalui penurunan skor steatosis serta hasil observasi preparat histologi hati yang memperlihatkan penurunan jumlah sel yang mengalami kerusakan seperti ballooning hepatoseluler dan peradangan pada lobulus. Pemberian SAG menunjukkan mampu menurunkan kadar gula darah.