Skripsi
Faktor determinan pengetahuan anemia pada perempuan belum menikah di Indonesia (analisis data survei demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2017) / Zelda Zawal Zettira Zahroh
Abstrak
Di Indonesia angka anemia memiliki prevalensi yang cukup tinggi menurut Riskesdas tahun 2018 prevalensi anemia di Indonesia yaitu 48 9%. Anemia adalah sebuah kondisi dimana kadar hemoglobin atau sel darah merah dibawah normal. Zat besi merupakan unsur yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah khususnya hemoglobin. Fungsi pokok yang diemban oleh hemoglobin adalah membawa oksigen (O2) dan nutrisi ke berbagai jaringan tubuh. Hal tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sel darah merah atau zat besi jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dapat menimbulkan masalah kesehatan. Anemia pada perempuan dapat mengakibatkan berat badan lahir rendah Intrauterine Growth Restriction prematur dan dapat mengakibatkan kematian bayi pasca kelahiran Sehingga diperlukan pengetahuan tentang anemia sebagai upaya mencegah terjadinya anemia khususnya pada perempuan yang belum menikah. Sampel penelitian yakni wanita usia subur yang tarcatat sebagai responden wanita belum menikah dan wanita yang memiliki data yang lengkap dengan total sample 7.685 responden menggunakan anlisis univariat (uji ststistik deskriptif) analisis bivariat (uji Chi-Square) dan analisis multivariat (uji regresi logistik). Hasil pada penelitian ini pengetahuan anemia pada perempuan belum menikah memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 5.812 perempuan (75 6%) berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan signifikan antara umur pendidikan tempat tinggal status ekonomi provinsi dan paparan media dengan pengetahuan anemia pada perempuan belum menikah dan berdasarkan analisis multivariat variabel provinsi memiliki nilai asosiasi 2 02 kali berpengaruh terhadap pengetahuan baik tentang anemia pada perempuan belum menikah dan menjadi variabel yang dominan. diharapkan pemerintah dapat meningkatkan tingkat pendidikan dan pemerataan pembangunan.