Skripsi
Manajemen pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik (studi kasus di SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri) / Hernika Dwi Anilamsari
Abstrak
Manajemen pemasaran pendidikan memiliki peran penting bagi kelangsungan sebuah lembaga pendidikan dalam hal ini perlunya lembaga pendidikan untuk mampu bersaing dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di era digital media sosial menjadi alat penting dalam mempromosikan sekolah kepada masyarakat luas. SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri sebagai sekolah berbasis semi militer dengan sistem boarding school memanfaatkan media sosial sebagai strategi manajemen pemasaran pendidikan untuk membangun citra sekolah yang disiplin religius dan berkarakter. Melalui konten visual yang menampilkan kegiatan harian prestasi dan lingkungan asrama sekolah ini berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah peserta didik setiap tahunnya serta memperluas jangkauan promosi sekolah secara efisien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik di SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri (2) pengorganisasian pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik (3) pelaksanaan perencanaan pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik (4) penilaian pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik di (5) faktor penghambat yang dihadapi dalam manajemen pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik (6) solusi pemecahan faktor penghambat dalam manajemen pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik (7) faktor pendukung dalam manajemen jasa pemasaran pendidikan melalui media sosial untuk menarik minat calon peserta didik (8) pendayagunaan faktor pendukung dalam manajemen pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial untuk menarik calon minat peserta didik di SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri. Penelitian ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan jenis rancangan penelitian yaitu studi kasus. Lokasi penelitian berada di SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri yang beralamat di Jalan Selomangleng Nomor 2 Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kredibilitas dengan menggunakan beberapa teknik yaitu triangulasi pengecekan data (membercheck) dan kecukupan referensi. Berdasarkan teknik pengumpulan data analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan maka simpulan penelitian ini adalah (1) perencanaan pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial di SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri dilakukan secara sistematis oleh Waka Humas dan Tim Humas dengan identifikasi kebutuhan menetapkan tujuan strategis memilih media sosial berdasarkan survei dan menyusun program kerja yang terintegrasi dalam kalender sekolah. (2) pengorganisasian pemasaran dilaksanakan melalui pembagian tugas yang jelas dalam Tim Humas dengan dukungan peralatan dokumentasi dan ruang podcast yang memadai untuk produksi konten. (3) pelaksanaan pemasaran memanfaatkan platform Youtube Instagram Tiktok dan Website untuk menampilkan kegiatan sekolah prestasi dan informasi PenTaB dengan melibatkan peserta didik dari ekstrakurikuler film maker untuk proses produksi konten. (4) penilaian terhadap kegiatan pemasaran dilakukan secara berkala melalui evaluasi harian mingguan dan bulanan dengan memanfaatkan fitur Insight serta jurnal digital guna mengukur efektivitas konten dalam menarik minat calon peserta didik. (5) faktor penghambat meliputi keterbatasan tenaga kerja dan batasan konten akibat karakter sekolah semi-militer. (6) solusi pemecahan faktor penghambat dilakukan dengan melibatkan peserta didik dari ekstrakurikuler film maker dalam dokumentasi dan editing konten serta melakukan seleksi konten secara cermat agar sesuai tren dan karakter sekolah. (7) faktor pendukung antara lain ketersediaan fasilitas lengkap kerjasama tim humas yang solid dan keterlibatan aktif siswa dalam produksi konten. (8) pendayagunaan faktor pendukung dilakukan dengan mengoptimalkan sarana yang ada dan meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan rutin guna menunjang efektivitas pemasaran pendidikan melalui media sosial. Saran yang disampaikan oleh penulis yaitu (1) Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri disarankan dapat memberikan dukungan lebih lanjut dalam hal penyediaan sumber daya manusia yang memadai. (2) Wakil Kepala Sekolah bagian Kehumasan disarankan membuat kalender konten evaluasi rutin dan memperkuat komunikasi Tim Humas untuk efektivitas dan kesesuaian konten. (3) Peserta Didik SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri diharapkan terus aktif dan kreatif dalam keterlibatannya pada pembuatan konten media sosial khususnya yang tergabung dalam ekstrakurikuler film maker. (4) Peneliti selanjutnya disarankan meneliti hambatan lain seperti jaringan alat digital dan respons publik serta fokus pada pengelolaan risiko konten di sekolah semi-militer. (5) Peneliti diharapkan dapat mempertahankan fokus penelitian pada bidang manajemen pemasaran jasa pendidikan melalui media sosial dan terus meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi media sosial dan tren pemsaran digital agar penelitian yang dilakukan relevan.