Skripsi
Emotional labor buruh perempuan industri manufaktur yang mengalami pelecehan verbal di tempat kerja / Alif Muhammad Dafa
Abstrak
Pelecehan verbal dan diskriminasi gender terhadap buruh perempuan masih menjadi persoalan serius di sektor industri manufaktur Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi emotional labor yang dijalankan buruh perempuan dalam merespons pelecehan verbal di tempat kerja faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan strategi tersebut serta dampak dari masing-masing strategi emotional labor yang dijalankan. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap tiga buruh perempuan di lingkungan kerja manufaktur lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama emotional labor yang digunakan yaitu surface acting seperti senyum palsu tawa dipaksakan dan diam yang didorong oleh ketakutan kehilangan pekerjaan serta norma sosial dan profesional namun berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan psikologis serta deep acting melalui pemaknaan ulang pendekatan spiritual dan self-talk positif yang cenderung menghasilkan regulasi emosi yang lebih stabil. Penelitian ini juga mengungkap temuan baru bahwa karakteristik demografis seperti usia masa kerja status pernikahan dan tanggung jawab keluarga berpengaruh terhadap cara buruh perempuan mengelola pengalaman pelecehan. Selain itu penelitian menegaskan bahwa pelecehan tidak berkaitan dengan pakaian atau penampilan melainkan mencerminkan dominasi maskulinitas dalam struktur budaya kerja yang patriarkal. Oleh karena itu dibutuhkan perubahan sistemik dalam budaya dan kebijakan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang manusiawi bagi perempuan.