Tesis
Studi kasus pola pikir kemampuan HOTS siswa SD di Tulungagung / Rafi Rohayati
Abstrak
RINGKASAN Rohayati Rafi. 2024. Studi Kasus Pola Pikir Kemampuan HOTS Siswa SD di Tulungagung. Tesis Program Studi S2 Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Supriyono Koeshandayanto M.Pd M.A (2) Dr. Aynin Mashfufah S.Pd. M.Pd. Kata Kunci studi kasus HOTS IPA SD Kemampuan HOTS (Higher Order Thingking Skill) adalah kemampuan yang menunjang siswa untuk berpikir kritis kreatif analitis serta mampu menyelesaikan permasalahan yang melibatkan daya pikir kritis serta kreatif untuk memecahkan suatu masalah. Kesulitan dalam memahami soal kurangnya kemampuan siswa dalam berfikir HOTS dan kurangnya latihan mengerjakan soal HOTS berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan HOTS siswa dan mengetahui pola pikir siswa dalam mengerjakan soal HOTS. Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Ngepoh Tulungagung. Subjek penelitian adalah semua siswa kelas VI yang berjumlah tujuh siswa. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengerjaan soal HOTS yang dilanjutkan dengan wawancara. Instrumen yang digunakan yaitu soal HOTS yang digunakan untuk mengetahui kemampuan HOTS siswa dan pedoman wawancara yang digunakan untuk mengetahui pola pikir siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan HOTS siswa pada masing-masing level dan pola pikir siswa adalah beragam. siswa MDN memiliki kebiasaan belajar yang baik. Siswa tersebut memenuhi seluruh level kemampuan HOTS. Level terbaik adalah mencipta (C6) sebesar 87% dilanjutkan mengevaluasi (C5) 67% dan menganalisa (C4) sebesar 67%. Siswa NAT mempunyai kecenderungan presentase kemampuan HOTS terendah. NAT menguasai level menganalisa (C4) sebesar 20% level mengevaluasi (C5) sebesar 20% dan level mencipta (C6) sebesar 20%. Pola pikir tertinggi berada pada tingkat 2 (Advance) sedangkan pola pikir terendah berada pada tingkat 0 (Na iuml ve) dalam penelitian ini yang memiliki pola pikir tertinggi adalah JLA dengan presentase 73% sedangkan yang terendah adalah NAT dengan presentase 0%. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kemampuan HOTS dan pola pikir siswa pada materi yang lain dan perlunya pembiasaan dalam pengerjaan soal HOTS.