UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Pengembangan model challenges based learning thematic untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap kemandirian siswa sekolah dasar / Nafi Isbadrianingtyas

Isbadrianingtyas, Nafi - Nama Orang;

Abstrak
Pembelajaran tematik pada pembelajaran abad 21 ini menuntun siswa agar mampu berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis dapat diperlukan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran sebagai salah satu tujuan dari sistem Pendidikan. Untuk melatih keterampilan berpikir kritis perlu mendapatkan sebuah tantangan agar sukses dan mampu bersaing di masyarakat global. Tantangan atau kemampuan challenges tersebut dapat diintegrasikan pada model pembelajaran dengan mengembangkan sebuah model pembelajaran berbasis tantangan. Berdasarkan analisis kebutuhan siswa kelas III Sekolah Dasar masih memiliki kemampuan berpikir kritis rendah dan sikap kemandirian rendah. Berdasarkan pengamatan dan review soal evaluasi yang diberikan oleh guru bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah dan perlu dikembangkan. Rata-rata kelas diperoleh nilai 65 padahal nilai KKM seharusnya minimal 75. Sedangkan data tentang sikap kemandirian siswa diperoleh dari hasil wawancara dan observasi di kelas. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas III yang melibatkan 6 SD menunjukkan karakter kemandirian belajar siswa cenderung rendah. Siswa cenderung menunjukkan sikap kurang percaya diri jika diberikan tugas bergantung pada jawaban yang ditulis siswa yang lain atau mengandalkan bantuan orang lain. Hanya sekitar 30% siswa yang memiliki karakter kemandirian belajar dengan kategori tinggi dan sisanya pada kategori cukup dan kurang. Hal ini merupakan tantangan bagi guru SD untuk berinovasi dengan cara menciptakan suatu model pembelajaran yang efektif yang mampu membentuk siswa yang kompeten. Berdasarkan permasalahan tersebut dibutuhkan model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran abad 21 yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap kemandirian siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan Research amp Development). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan Research amp Development yang mengadopsi model Ploom. Proses pengembangan mengikuti kerangka pengembangan Plomp (2013) yang terbagi menjadi tiga tahap utama (1) Studi pendahuluan (2) pengembangan dan prototipe dan (3) evaluasi. Data dalam penelitian pengembangan ini terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi wawancara dan instrumen (angket) mulai dari tahap identifikasi masalah analisis kebutuhan kompetensi dan analisis kebutuhan. Dari data tersebut dihasilkan perangkat pembelajaran dari silabus RPP modul pembelajaran soal-soal latihan soal-soal evaluasi dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah model Challenges Based Learning Thematic ini diimplementasikan pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan memiliki sikap mandiri dengan langkah (1) memberikan masalah yang menantang dalam bentuk tematik (2) eksplorasi konten melalui pertanyaan pokok dan pemandu (3) menyajikan sub masalah (aktivitas pemandu) melalui berpikir kritis (4) menyelesaikan masalah melalui pertanyaan dan skoring solusi (5) melalui penilaian dan refleksi. Hasil validasi model pembelajaran Challenges Based Learning Thematic menunjukkan rerata skor sebesar 3 33 dari skala 4 00. Hasil validasi perangkat menunjukkan rerata skor sebesar 3 15 dari skala 4 00. Sedangkan hasil keterlaksanaan menunjukkan rerata skor sebesar 3 50 dari skala 4 00. Berdasarkan respon siswa terhadap model pembelajaran Challenges Based Learning Thematic diperoleh temuan bahwa lebih dari 70% siswa termotivasi belajar dengan menggunakan model Challenges Based Learning Thematic. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Tematik dengan menggunakan model Challenges Based Learning Thematic memberikan dampak positif terhadap Sikap kemandirian sehingga dapat menunjang kemampuan berpikir kritis siswa untuk memecahkan sebuah permasalahan. Hasil uji varian menggunakan program SPSS versi 25 menunjukkan nilai statistik Levene sebesar 0 625 dengan p-value (sig.) 0 633. Karena p-value (sig.) gt 0 05 maka kesimpulannya adalah H0 diterima yang berarti bahwa populasi tersebut memiliki variasi kemampuan yang sama atau dengan kata lain tidak ada perbedaan signifikan dalam variasi kemampuan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji ANCOVA digunakan untuk menguji perbedaan skor sikap kemandrian siswa yang mendapatkan model Challenges Based Learning Thematic dengan siswa yang mendapatkan Model Problem Based Learning yang didasarkan kovariat dari skor pretes keterampilan berpikir kritis. Hasil yang diperoleh melalui SPSS. Hasil tersebut menyajikan bahwa nilai sig. lt 0 05. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima dengan kesimpulan ada perbedaan skor kemampuan berpikir kritis siswa yang mendapatkan model Challenges Based Learning Thematic dengan siswa yang mendapatkan Model Problem Based Learning. Skor kelas eksperimen dengan Model Challenges Based Learning Thematic dan kelas kontrol yang mendapatkan Model Problem Based Learning menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan Model Challenges Based Learning Thematic menghasilkan skor rata-rata sebesar 43 179. Sementara itu pada kelas kontrol yang memanfaatkan model Problem Based Learning memperoleh skor 32 342. Hasil ini menunjukkan bahwa skor kelas eksperimen yang menggunakan Model Challenges Based Learning Thematic menghasilkan nilai yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yang memanfaatkan Model Problem Based Learning. Keefektifan Model pembelajaran Challenges Based Learning Thematic dilakukan dengan menggunakan effect Size Cohen rsquo s d. Hasil analisis menunjukkan bahwa effect size memperoleh nilai 2 650 dengan kategori besar. Kelebihan model pembelajaran Challenges Based Learning Thematic dapat meningkatkan (1) keterampilan berpikir kritis siswa karena siswa dapat belajar untuk memecahkan permasalahan yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari (2) sikap kemandirian siswa sekolah dasar dan (3) kemampuan siswa dalam berkolaborasi dan bekerjasama menyelesaikan tugas kelompok sebagai dampak pengiring dari implementasi. Keterbatasan penerapan Model Challenges Based Learning Thematic memerlukan waktu yang lebih banyak untuk pengerjaan perangkat pembelajaran dan proses pembelajarannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran Challenges Based Learning Thematic memiliki keefektifan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap kemandirian siswa kelas III Sekolah Dasar.


Informasi Detail
DDC
Rd 372.35076 ISB p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Dasar, 2024.
Deskripsi Fisik
xiv, 260 lembar : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00158/RD/25
Edisi
Disertasi(Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. PENDIDIKAN DASAR - BERPIKIR KREATIF, KEMANDIRIAN
2. MODEL CHALLENGES BASED LEARNING THEMATIC
3. BASIC EDUCATION - CREATIVE THINKING, INDEPENDENCE

Pembimbing
1. Prof. Dr. Cholis Sa'dijah, M.pd, M.a.; 2. Drs. I Wayan Dasna, M.si, M.ed., Ph.d.; 3. Dr. Eddy Sutadji, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik