Skripsi
Hubungan burnout dengan prokrastinasi akademik mahasiswa yang aktif dalam organisasi di Universitas Negeri Malang / Mohammad Ainur Rofiq Prasetyo
Abstrak
Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi memiliki karakteristik seperti keterampilan sosial yang baik kepemimpinan dan komitmen tinggi terhadap tanggung jawab non-akademik. Namun keterlibatan yang intens dalam organisasi sering kali menyebabkan mahasiswa menghadapi tantangan dalam mengelola waktu secara efektif. Ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan organisasi dapat memicu perilaku prokrastinasi akademik yaitu kecenderungan menunda tugas meskipun menyadari dampak negatifnya. Ketidakmampuan dalam manajemen waktu juga menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap munculnya burnout ditandai dengan kelelahan emosional penurunan motivasi dan rasa tidak mampu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 138 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrumen psikologi yaitu School Burnout Inventory (SBI) yang dikembangkan oleh Salmela-Aro amp N auml auml t auml nen (2005) dan telah ditranslasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Rahman (2020) untuk mengukur burnout dan peneliti menggunakan Academic Procrastination Scale (APS) yang dikembangkan oleh McCloskey dan telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh peneliti untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara burnout dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r 0 617 dan signifikansi p 0 000 dimana semakin tinggi burnout pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademiknya.