Skripsi
Tradisi ruwatan murwakala di kayangan api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro / Fortranica Clarissa Anggi Chasmala
Abstrak
Tradisi Ruwatan Murwakala menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan di Kayangan Api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Selama bertahun-tahun Ruwatan Murwakala telah diselenggarakan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Penelitian terbaru yang mengkaji Ruwatan Murwakala terfokus pada aspek korelasi tradisi dengan agama sesajen yang diperlukan dan golongan orang yang perlu diruwat. Namun pada aspek nilai-nilai budaya dan dampak pelaksanaan tradisi di masyarakat masih belum dikaji sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai budaya tradisi Ruwatan Murwakala dan menganalisis dampak pelaksanaan tradisi Ruwatan Murwakala bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Metode kualitatif dipilih dalam penelitian ini dengan tujuan untuk menggali lebih lanjut mengenai fenomena Ruwatan Murwakala dan peneliti melakukan pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan dengan mendatangi lokasi pelaksanaan tradisi secara langsung wawancara mendalam yang dilakukan pada petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Juru Kunci dan petugas Kayangan Api Kepala Desa Sendangharjo dan masyarakat yang pernah melihat atau mengikuti Ruwatan Murwakala di Kayangan Api dengan total 10 informan. Terakhir dokumentasi yang dilakukan untuk memperkuat validitas dan kedalaman analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pelaksanaan tradisi yang sudah turun-temurun membuat terciptanya nilai-nilai budaya yakni nilai religi nilai toleransi nilai solidaritas nilai gotong royong dan nilai moral. Tradisi tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyucian tetapi juga sebagai sarana penguatan solidaritas sosial toleransi dan identitas kolektif masyarakat. Terdapat tiga aspek yang menjadi dampak dari dilaksanakannya tradisi ini meliputi aspek ekonomi aspek spiritual dan juga aspek sosial.