Skripsi
Pengaruh Penggunaan Metode Talking Stick Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Tunadaksa di slb Negeri 2 Lombok Timur / VIDIYA AYU PUSPITASARI
Abstrak
Tunadaksa merupakan kondisi keterbatasan fisik yang disebabkan oleh gangguan pada sistem otot tulang dan sendi yang dapat menghambat aktivitas seseorang secara normal yang mempengaruhi kepercayaan diri dan interaksi sosial anak karena keterbatasan fisik kerap menimbulkan stigma dari lingkungan sekitar. Talking stick adalah metode pembelajaran kooperatif yang menggunakan alat berupa tongkat sebagai media utama. Tongkat ini digunakan secara bergilir untuk menentukan siapa yang mendapat giliran berbicara atau menjawab pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa keberanian berbicara serta keterampilan sosial dalam suasana belajar yang menyenangkan dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran talking stick terhadap kemampuan interaksi sosial siswa tunadaksa. Talking stick merupakan metode pembelajaran interaktif yang mendorong siswa aktif berbicara melalui media tongkat secara bergiliran. Subjek penelitian adalah 5 siswa tunadaksa di SLB Negeri 2 Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Signifikansi 0 043 lt 0 05 maka hipotesis nol (H ) ditolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan kemampuan interaksi sosial setelah penggunaan metode talking stick. Dengan demikian metode ini efektif dalam meningkatkan interaksi sosial anak tunadaksa khususnya dalam aspek kerja sama akomodasi dan asimilasi dalam lingkungan belajar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode talking stick dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan interaksi sosial anak tunadaksa. Suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan membantu siswa untuk lebih percaya diri aktif berbicara serta mampu menyesuaikan diri dalam kelompok. Metode ini memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk berpartisipasi dan menyuarakan pendapatnya. Sebagai tindak lanjut disarankan agar guru-guru di SLB mempertimbangkan penggunaan metode talking stick sebagai salah satu strategi pembelajaran aktif yang dapat mendorong peningkatan interaksi sosial peserta didik. Pihak sekolah juga diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan atau fasilitas pendukung bagi guru agar penerapan metode ini dapat berjalan optimal. Selain itu keterlibatan orang tua juga penting dalam mendukung pengembangan interaksi sosial anak di lingkungan rumah terutama dengan menciptakan ruang komunikasi yang terbuka dan positif. Untuk pengembangan lebih lanjut para peneliti dianjurkan melakukan kajian serupa dengan jangkauan subjek yang lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas metode ini dalam konteks pendidikan khusus.