Tesis
Pengaruh job crafting dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada PT Swapro Internasional Malang. / Rofiqi
Abstrak
Industri jasa alih daya (outsourcing) menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan akan efisiensi dan fleksibilitas tenaga kerja. Dalam konteks ini kinerja karyawan yang optimal menjadi keharusan untuk menjaga daya saing perusahaan. Namun demikian kinerja karyawan tidak selalu sejalan dengan perkembangan positif industri tersebut. Salah satu contohnya adalah PT Swapro Internasional Malang perusahaan outsourcing dengan 600 karyawan yang menghadapi dinamika kinerja yang fluktuatif dan belum optimal. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari job crafting dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 235 responden yang jumlahnya ditentukan menggunakan sample size calculator dan diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara job crafting terhadap kepuasan kerja. 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja. 3) terdapat pengaruh positif signifikan antara job crafting terhadap kinerja karyawan. 4) terdapat pengaruh positif signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. 5) terdapat pengaruh positif signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. 6) terdapat pengaruh tidak langsung signifikan dari job crafting terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. 7) terdapat pengaruh tidak langsung signifikan dari budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan perlu lebih proaktif dalam menyesuaikan peran kerjanya membangun relasi kerja yang positif dan merespons imbalan secara konstruktif sebagai bagian dari hubungan timbal balik. Sementara itu perusahaan sarankan menciptakan iklim kerja yang fleksibel mendukung inisiatif karyawan dan memperkuat struktur kerja yang jelas agar kinerja dapat meningkat secara berkelanjutan.