Tesis
Struktur kristal, sifat magnet, dan performa penghantaran obat nanokomposit spions/hap–aptms/ekstrak daun kelor / Reny Citra Sanjaya
Abstrak
Sistem penghantaran obat berbasis nanopartikel yang memanfaatkan nanoteknologi mewakili kemajuan inovatif menawarkan peningkatan efisiensi dan spesifisitas dalam pengobatan kanker dengan menargetkan sel kanker secara langsung dan mengurangi kerusakan pada jaringan sehat. Penelitian ini mengembangkan material SPIONs/HAp ndash APTMS/ekstrak daun kelor dengan variasi volume ekstrak daun kelor sebesar 0 2 3 4 6 8 dan 10 ml sebagai penghantaran obat. Metode yang digunakan dalam sintesis nanokomposit SPIONs/HAp ndash APTMS adalah kopresipitasi dan metode ekstrak daun kelor menggunakan metode decoction sedangkan karakterisasi dilakukan dengan X ndash ray Diffraction (XRD) Scanning Electron Microscopy ndash Energy Dispersive X ndash ray Spectroscopy (SEM ndash EDX) Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) Vibrating Sample Magnetometer (VSM) dan UV ndash Vis Spectroscopy (UV ndash Vis). Hasil analisis XRD menunjukkan adanya fase kristal kubik terbalik dari SPIONs dan heksagonal dari HAp dimana seiring bertambahnya volume ekstrak daun kelor cenderung mengalami penurunan intensitas puncak dan ukuran kristal SPIONs sebesar 10 9 nm ndash 11 3 nm. SPIONs memiliki parameter kisi a b c sebesar 8.36 dan HAp dengan a b sebesar 9.45 dan c sebesar 6.87 . Sementara keberadaan SPIONs ditunjukkan dengan vibrasi ikatan Fe ndash O oktahedral pada bilangan gelombang 419 ndash 496 cm ndash 1 dan tetrahedral pada 559 ndash 601 cm ndash 1 HAp dengan adanya gugus (CO32 ndash ) pada 877 ndash 879 cm ndash 1 dan gugus fosfat (PO43 ndash ) pada 1037 cm ndash 1. APTMS ditunjukkan dengan vibrasi Si ndash O ndash Si pada bilangan gelombang 1030 cm ndash 1 CH2 pada 2925 cm ndash 1 dan NH2 pada 1405 cm ndash 1 serta kandungan senyawa ekstrak flavonoid dan polifenol pada ekstrak daun kelor dengan bilangan gelombang 1571 ndash 1633 cm ndash 1 yaitu ikatan C ndash C C O dan C C pada 1415 cm ndash 1 dan O ndash H pada 3342 ndash 3558 cm ndash 1. Morfologi nanokomposit memiliki bentuk bulatan granular dengan ukuran yang beragam dengan distribusi ukuran partikel cenderung menurun 58 2 nm ndash 66 4 nm. Nanokomposit memiliki sifat superparamagnetik dengan nilai magnetisasi saturasi cenderung menurun sebesar 11 8 emu/g ndash 19 3 emu/g. Menariknya hasil analisis menunjukkan nanokomposit memiliki kemampuan drug loading sebesar 25 mg/g ndash 29 5 mg/g dengan efisiensi drug loading 83 4% ndash 98 4% dalam 8 jam yang memenuhi standar efisiensi drug loading. Sedangkan kemampuan drug release nanokomposit memiliki persentase drug release sebesar 18 4% ndash 86 3% selama 300 menit dengan pola drug release lebih stabil dalam jangka panjang. Oleh karena itu nanokomposit SPIONs/HAp ndash APTMS/ekstrak daun kelor memiliki potensi sebagai penghantar obat.