Skripsi
Hubungan antara regulasi emosi dan komunikasi interpersonal dengan prestasi belajar pada siswa SMA/ Innaya Rahmania Dewi
Abstrak
Prestasi belajar merupakan capaian pembelajaran yang dilakukan siswa selama menjalankan proses pembelajaran yang dinyatakan dengan nilai rapor. Nilai rapor seringkali dijadikan tolak ukur atau indikator keberhasilan suatu usaha belajar. Tinggi atau rendahnya nilai yang didapat tergantung bagaimana siswa mendapatkannya. Berdasarkan wawancara dengan Guru BK SMAN 1 Tulungagung siswa saat ini mengalami penurunan prestasi belajar dikarenakan faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti regulasi emosi dan faktor eksternal seperti komunikasi interpersonal berperan dalam menentukan prestasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara regulasi emosi dan komunikasi interpersonal dengan prestasi belajar pada siswa kelas XI SMAN 1 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI sejumlah 323 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan prortional random sampling dan diperoleh 179 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala regulasi emosi dan skala komunikasi interpersonal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala melalui google form. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif dan inferensial berupa uji asumsi klasik (uji normalitas uji multikolinieritas uji heterokedastisitas dan uji liniearitas) serta uji hipotesis (analisis korelasi sederhana dan berganda) menggunakan SPSS 25 for Windows. Penelitian ini menunjukkan hasil sebagai berikut (1) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi dengan prestasi belajar pada siswa kelas XI di SMAN 1 Tulungagung (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan prestasi belajar pada siswa kelas XI di SMAN 1 Tulungagung (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dan komunikasi interpersonal dengan prestasi belajar secara bersama-sama pada siswa kelas XI di SMAN 1 Tulungagung. Berdasarkan temuan tersebut saran dari hasil penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling dapat merancang program-program bimbingan dan konseling secara spesifik untuk melatih siswa dalam pengelolaan emosi dan komunikasi interpersonal yang lebih adaptif. Selain itu guru bimbingan dan konseling juga dapat mengembangkan layanan preventif untuk mencegah menurunnya prestasi belajar dengan memperkuat regulasi emosi dan komunikasi interpersonal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih menggali faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat prestasi belajar siswa seperti sikap siswa motivasi belajar penyesuaian diri siswa dengan lingkungan pendidikannya faktor kematangan fisik-psikis dan faktor lingkungan sosial budaya.