Skripsi
Hubungan sosiodemografi dan perawatan kehamilan terhadap bayi lahir prematur dengan status kehamilan tidak diinginkan (analisis data SKI 2023) / Mardeliya Cantique Aishwarya
Abstrak
Kehamilan tidak diinginkan meningkat hingga 19 7% berdasarkan Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2021. Kelahiran prematur juga meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 11 1% dalam laporan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sebesar 13 2% dari kondisi kehamilan tidak diinginkan merupakan kejadian prematur. Prematuritas dapat berdampak besar pada kehidupan bayi setelah dilahirkan dan akan berdampak lebih buruk lagi yakni kematian bayi khususnya neonatal terutama jika dalam kondisi kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara sosiodemografi dan perawatan kehamilan terhadap bayi lahir prematur dengan status kehamilan tidak diinginkan. Desain penelitian yaitu studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan uji logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan antenatal care berhubungan secara signifikan terhadap kejadian prematur dengan status kehamilan tidak diinginkan. Sedangkan usia ibu pendidikan ibu tempat tinggal dan status ekonomi tidak menunjukkan adanya hubungan. ANC menjadi faktor risiko bayi lahir prematur sehingga peneliti menyarankan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan untuk memperkuat upaya peningkatan frekuensi dan kualitas kunjungan ANC. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap ibu hamil khususnya yang mengalami kehamilan tidak diinginkan agar menerima layanan ANC sesuai standar.