Skripsi
Pengaruh Moringa Oleifera Seed Oil (Moseil) Terhadap Sitokin Anti-inflamasi Il-10 Pada Mus Musculus Model Fibrosis Hati / Rizki Handayani
Abstrak
Fibrosis hati merupakan salah satu tahapan hepatocellular carcinoma (HCC) yakni tipe kanker dengan prevalensi tinggi di dunia termasuk di Indonesia. Faktor penyebab HCC di antaranya adalah infeksi virus hepatitis B dan C Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) Alcoholic Liver Disease (ALD) dan paparan zat kimia berbahaya seperti CCl4. IL-10 diketahui berperan penting sebagai agen anti-inflamasi untuk menekan inflamasi dengan progresi fibrosis hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Moringa oleifera Seed Oil (MOSEIL) terhadap ekspresi IL-10. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan desain penelitian menggunakan Randomized Posttest-Only Controlled Group berbasis eksperimental. Hewan coba penelitian menggunakan mencit jantan galur Balb/c yang diberi injeksi CCl4 untuk induksi fibrosis hati dan perlakuan preventif melalui kombinasi antara CCl4 dan MOSEIL dengan dosis 2 mu l / gram berat badan secara intraperitoneal. Pemeriksaan histologis menggunakan hematoksilin-eosin menunjukkan bahwa MOSEIL mampu menurunkan transisi kerusakan hati yang ditimbulkan oleh toksisitas CCl4. Metode imunohistokimia yang dilakukan untuk pengukuran ekspresi IL-10 juga menunjukkan bahwa MOSEIL mampu meningkatkan ekspresi IL-10 secara signifikan. Rasio antara CCl MOSEIL sebesar 1 8 dapat direkomendasikan sebagai pendekatan preventif terhadap fibrosis hati karena kedua rasio tersebut menunjukkan potensi protektif yang efektif dan aman bagi jaringan hati. Strategi pemberian dosis yang tepat pada aplikasi terapeutik MOSEIL akan memberikan manfaat secara optimal dan tidak disertai efek samping baik fisiologis maupun patologis pada hati.