Tesis
Evaluasi ketahanan kota wisata berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana di Kota Batu berdasarkan making cities resilient 2030 / Adellia Wardatus Sholeha
Abstrak
Kota Batu sebagai kota wisata dikategorikan sebagai daerah rawan bencana. Oleh karena itu ketahanan kota harus ditingkatkan. Meningkatkan ketahanan memiliki fungsi dalam melindungi kota dari meningkatnya jumlah risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas daerah berdasarkan kriteria penilaian kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan tahap tangguh berdasarkan Making Cities Resilient 2030 (MCR2030) dan untuk mengetahui hubungan antara kriteria penilaian kapasitas BPBD dengan penilaian MCR2030. Penelitian ini menggunakan metodologi campuran (mix method) dengan desain. Teknik pengumpulan data melibatkan 55 responden dengan menggunakan teknik purposif. Melalui teknik purposif peneliti mengumpulkan data dari 12 responden dari BPBD 12 responden dari dinas pariwisata 12 responden dari Dinas PUPR 11 responden sebagai staf perangkat desa dan 8 manajer pariwisata. Penentuan responden ini didasarkan pada siapa yang paling tahu dan memiliki peran dalam menerapkan kebijakan destinasi serta pengurangan risiko bencana di kawasan wisata Kota Batu. Analisis data didasarkan pada hasil penilaian kapasitas di Kota Batu yang mencapai kriteria sedang karena indeks risiko bencana cenderung menurun sementara tingkat ancaman meningkat. Menurut MCR2030 Kota Batu mencapai 79 04% dan diklasifikasikan dalam tahap C (implementasi progresi) karena BPBD mendefinisikan dengan baik tahap pengetahuan dan perencanaan Kota Batu. Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara BPBD dengan organisasi lain menunjukkan bahwa kapasitas sedang dan kategori tahap C hanya berlaku untuk BPBD. Hasil analisis lanjutan dengan membandingkan instrumen menunjukkan hasil yang berbeda terutama di sektor ekonomi dan pariwisata berada pada tahap B (perencanaan). Tahap ini diindikasikan adanya pengetahuan terkait risiko bencana tetapi belum mengembangkan rencana atau strategi yang komprehensif untuk mengelolanya. Berbeda dengan penilaian MCR2030 praktis semua responden di luar BPBD menyatakan bahwa mereka tidak mengikuti peraturan atau konsultasi publik dalam setahun terakhir dan tidak mengetahui kegiatan tersebut. Keberhasilan penting MCR2030 adalah terciptanya ketahanan antara pemangku kepentingan dan organisasi lokal oleh karena itu kesesuaian antara penilaian MCR2030 dengan kapasitas BPBD dapat dijadikan acuan dan diadaptasi oleh organisasi lain khususnya industri pariwisata di Kota Batu.