Skripsi
Hubungan perspektif siswa terhadap kompetensi guru dan Physics teacher identity pada Mahasiswa calon Guru Fisika / Almira Calista Nathania
Abstrak
Saat ini kompetensi calon guru fisika di Indonesia masih tergolong rendah kompetensi ini dapat diindikasikan memiliki pengaruh dalam pembentukan physics teacher identity yang didefinisikan bagaimana guru tersebut melihat dirinya sebagai sosok guru fisika yang baik. Kondisi ini menjadikan perlunya kegiatan yang dapat menguatkan physics teacher identity ini yang salah satunya berupa program Asistensi Mengajar (AM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara physics teacher identity dengan kompetensi calon guru fisika selama mengikuti kegiatan asistensi mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan desain penelitian Embedded Design. Data diperoleh dari angket kompetensi guru dengan sebaran sebagai berikut (a) Calon guru A kelas XI ndash 5 (n 35) dan XI ndash 6 (n 34) (b) kelas X-3 (n 34) dan X-1 (n 31) (c) Calon guru C XI-3 (n 13) dan XI-4(n 20) dengan wawancara sebanyak 6 siswa dan wawancara physics teacher identity sebanyak 3 mahasiswa yang telah mengikuti program asistensi mengajar di SMA tersebut. Analisis data yang digunakan pada data kuantitatif yaitu dengan analisis deskriptif dan analisis komparasi menggunakan uji beda independent sample t-test sedangkan data kualitatif dengan menggunakan analisis konten yang dikelompokkan berdasarkan pendekatan pertanyaan wawancara kemudian diberikan kode pada kata kunci dilihat dari frekuensi kemunculannya paling sering. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru fisika yang telah mengikuti program asistensi mengajar telah memiliki gambaran kompetensi guru yang baik. Selain itu hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan kompetensi dengan physics teacher identity pada mahasiswa calon guru fisika. Calon guru tidak hanya memiliki kompetensi tetapi juga dapat dilihat dari identitasnya tentang pengakuan calon guru tersebut dari pandangan orang lain atau siswa. Terdapat perbedaan secara signifikan antara guru A B dan C pada aspek kompetensi guru antara lain professional knowledge professional skill personal characteristic ethical standards and value professional development and lifelong learning. Secara keseluruhan kompetensi guru pada mahasiswa calon guru fisika yang paling tinggi pada calon guru C. Hubungan kompetensi guru ini memiliki hubungan physics teacher identity yang paling kuat diantara ketiga calon guru karena skor kompetensi guru berdasarkan sudut pandang siswa dapat dilihat bahwa calon guru c paling baik diantara ketinga calon guru sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dan physics teacher identity pada calon guru C ini saling berhubungan. Implikasi dari penelitian ini sebagai bekal untuk pembentukan nilai karakter dan identitas dari calon guru fisika di masa depan melalui program asistensi mengajar.