Skripsi
Kosakata bahasa gaul dalam karangan naratif Siswa Sma Negeri 1 Sumberpucung / Mufi Lintang Ndaru
Abstrak
Kosakata bahasa gaul banyak digunakan oleh remaja termasuk dalam karangan naratif siswa di lingkungan sekolah. Penggunaan bahasa gaul mencerminkan kreativitas berbahasa yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial budaya populer dan perkembangan media digital. Dalam karangan naratif siswa SMAN 1 Sumberpucung kosakata bahasa gaul muncul sebagai bagian dari gaya bertutur yang santai ekspresif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika bahasa yang berkembang secara alami di kalangan pelajar. Bentuk kosakata yang ditemukan mencakup proses morfologis seperti afiksasi (prefiks sufiks konfiks) reduplikasi (utuh dan berubah bunyi) serta proses pemendekan berupa singkatan akronim penggalan dan kontraksi. Contohnya antara lain ngedate baperan disenyumin cewe-cewe ketawa-ketiwi fotbar OMG dan gapapa. Dari total 72 kosakata bahasa gaul sebanyak 51 dianalisis berdasarkan bentuk dan maknanya. Analisis menunjukkan bahwa bentuk-bentuk tersebut tidak hanya mengikuti kaidah morfologi tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan berkomunikasi secara luwes dan kontekstual dalam narasi. Makna kosakata yang terbentuk menunjukkan adanya penyimpangan atau perluasan dari makna dasar. Beberapa kata mengalami perubahan makna setelah melalui proses afiksasi seperti baperan yang berarti seseorang yang mudah terbawa perasaan dan dobelan yang berarti sesuatu yang berlapis dua. Kosakata bahasa gaul dalam karangan siswa memperlihatkan bagaimana bahasa berkembang secara bebas namun tetap bermakna serta menggambarkan identitas dan cara pandang remaja terhadap lingkungannya. Hal ini dapat menjadi refleksi tentang pentingnya mengapresiasi kreativitas berbahasa remaja dalam pembelajaran yang relevan dan adaptif.