Skripsi
Kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam pembelajaran berbasis masalah pada materi aritmetika sosial / Annisa Rahmah Mauliddiah
Abstrak
Kemampuan berpikir kritis yang masih rendah menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran matematika di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran yang kurang melibatkan keaktifan siswa seperti pembelajaran konvensional. Aritmetika sosial merupakan materi yang memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari dan memerlukan kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran Problem Based Learning dipandangan relevan karena berorientasi pada pemecahan masalah dan kolaborasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada materi aritmetika sosial setelah mengimplementasikan pembelajaran Problem Based Learning dengan mengacu pada indikator-indikator berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain explanatory sequential yang dimulai dari pengumpulan data kuantitaif melalui tes tertulis yang diberikan kepada dua puluh siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Kedungjajang berdasarkan lima indikator menurut Angelo kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara kepada lima siswa terpilih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori cukup dengan presentase 40 64%. Meskipun sebagian besar siswa mencapai kategori sedang namun terdapat dua siswa yang mencapai kategori tinggi yang mengindikasi bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis. Untuk peneliti selanjutnya disarankan melakukan pembelajaran dalam beberapa kali pertemuan agar siswa dapat membiasakan diri dengan model pembelajaran tersebut.