Disertasi
Strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Palembang / Maharani Oktavia
Abstrak
Pariwisata berkelanjutan menjadi pendekatan strategis dalam pengelolaan destinasi yang mempertimbangkan aspek ekonomi lingkungan sosial-budaya dan kelembagaan secara seimbang. Kota Palembang sebagai kota bersejarah dengan memiliki potensi wisata budaya dan alam yang khas memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Namun demikian masih terdapat tantangan dalam optimalisasi pengelolaan kawasan pelibatan masyarakat lokal serta konservasi warisan budaya dan lingkungan yang mendukung kelestarian destinasi wisata dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Mengidentifikasi potensi objek wisata sebagai daya tarik dalam pengembangan pariwisata keberlanjutan di Kota Palembang 2) Menganalisis faktor-faktor yang berperan dalam pengelolaan pariwisata keberlanjutan di Kota Palembang dan 3) Menyusun Strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan deskripstif kuantitatif dilengkapi teknik kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan wawancara mendalam FDG dan dokumentasi. Tiga lokasi utama yang menjadi objek kajian adalah Benteng Kuto Besak Pulau Kemaro dan Kampung Kapiten. Teknik analisis data mencakup analisis SWOT matriks IFAS dan EFAS serta analisis kuadran SWOT untuk menentukan posisi strategis pengembangan masing-masing destinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lokasi memiliki karakteristik kekuatan dan tantangan yang berbeda-beda 1) Benteng Kuto Besak berada pada kuadran I (agresif) menunjukkan potensi optimalisasi kekuatan internal dan peluang eksternal yang kuat melalui pelestarian nilai sejarah dan peningkatan atraksi budaya 2) Pulau Kemaro berada pada kuadran I (agresif) dengan strategi pengembangan berbasis wisata religi dan budaya yang dikombinasikan dengan infrastruktur akses yang mendukung. 3) Kampung Kapiten berada pada kuadran III (defensif) sehingga diperlukan pendekatan pelestarian nilai budaya yang sensitif peningkatan fasilitas serta pemberdayaan komunitas lokal secara bertahap. Strategi pengembangan berkelanjutan di Kota Palembang diarahkan pada integrasi antara pelestarian budaya perlindungan lingkungan kebijakan pemerintah dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Simpulan dalam penelitian ini bahwa ketiga objek wisata memiliki potensi daya tarik pariwisata berbasis keberlanjutan yang khas Benteng Kuto Besak menonjol dengan nilai sejarah dan lokasi strategis Pulau Kemaro dengan karakter spiritual dan religius serta Kampung Kapiten dengan kekayaan warisan budaya lokal. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui penguatan narasi budaya pengelolaan ruang dan partisipasi masyarakat. Pengelolaan pariwisata berkelanjutan dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu (a) faktor sosial budaya seperti pelestarian identitas lokal dan keterlibatan komunitas (b) faktor ekonomi seperti distribusi pendapatan dukungan UMKM dan peluang kerja (c) faktor lingkungan seperti kontrol terhadap dampak polusi dan upaya konservasi serta (d) faktor kelembagaan melalui kebijakan koordinasi antar pemangku kepentingan dan perencanaan terpadu. Pendekatan multidimensional yang mencakup aspek sosial budaya ekonomi lingkungan dan kelembagaan mencerminkan pemahaman komprehensif terhadap konsep sustainable tourism development. Strategi pengembangan di implementasi yang relevan dengan konteks lokal Palembang melalui formulasi SO WO ST dan WT untuk setiap kawasan. Strategi tersebut meliputi penguatan narasi destinasi pengembangan infrastruktur hijau regulasi zonasi dan pembentukan kelembagaan kolaboratif. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kebijakan daerah yang holistik berbasis data dan mengedepankan partisipasi publik.