Skripsi
Kontribusi kontrol diri dan regulasi emosi terhadap kecenderungan adiksi judi online pada mahasiswa / Novia Manza Nurilla
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kontrol diri dan regulasi emosi terhadap kecenderungan adiksi judi online pada mahasiswa. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kasus keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas judi online yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemudahan akses kecepatan dan sifat anonim dari judi online menjadikannya bentuk hiburan yang rentan menimbulkan adiksi terutama pada mahasiswa yang sedang berada dalam masa transisi emosional dan sosial. Meskipun sudah banyak penelitian yang mengkaji pengaruh kontrol diri atau regulasi emosi secara terpisah terhadap perilaku adiktif masih jarang ditemukan kajian yang meneliti kontribusi keduanya secara simultan khususnya dalam konteks judi online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 100 mahasiswa aktif yang sedang bermain judi online dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala Likert yaitu skala kontrol diri skala regulasi emosi dan skala kecenderungan adiksi judi online yang seluruhnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach rsquo s Alpha variabel kontrol diri sebesar 0 916 variabel regulasi emosi sebesar 0 916 dan kecenderungan adiksi sebesar 0 971. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki koefisien regresi sebesar -0 397 dengan nilai signifikansi 0 013 dan regulasi emosi memiliki koefisien regresi sebesar -0 441 dengan nilai signifikansi 0 010. Nilai beta standar regulasi emosi (-0 251) lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol diri (-0 243) yang menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki pengaruh yang lebih kuat. Sementara itu hasil uji F menunjukkan bahwa kontrol diri dan regulasi emosi secara simultan memberikan kontribusi signifikan terhadap kecenderungan adiksi judi online dengan nilai R sup2 sebesar 0 466 artinya kedua variabel ini menjelaskan 46 6% dari variansi kecenderungan adiksi judi online. Secara lebih rinci regulasi emosi diperkirakan menyumbang sekitar 23 7% sedangkan kontrol diri menyumbang sekitar 22 9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kontrol diri maka resiko adiksi akan semakin rendah sedangkan semakin tinggi regulasi emosi maka resiko adiksi akan semakin rendah dan kedua faktor kontrol diri dan regulasi emosi memiliki peran penting dalam menekan risiko adiksi judi online dengan regulasi emosi sebagai faktor yang lebih dominan. Oleh karena itu lembaga pendidikan disarankan mengembangkan program bimbingan pelatihan pengelolaan emosi serta kampanye literasi digital sebagai langkah preventif bagi mahasiswa.