Skripsi
Hubungan ketahanan pangan, pendapatan dan tingkat pendidikan orang tua terhadap status gizi balita pada keluarga buruh tani di Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso / Muhammad Fajar Fatur Rohman
Abstrak
Wilayah Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso masih memiliki permasalahan malnutrisi pada balita senilai 10 7% dengan masalah utama yakni stunting (4 7%) dan underweight (4%) pada tahun 2023. Kecamatan Cermee juga memiliki masalah rawan pangan tercatat pada tahun 2023 tiga desa berkategori rawan pangan yakni Desa Kladi Bajuran dan Solor. Mayoritas masyarakat Kecamatan Cermee bekerja di sektor pertanian tercatat rumah tangga petanian pada tahun 2023 sebesar 12.814 rumah tangga menjadikan Kecamatan Cermee peringkat kedua rumah tangga pertanian terbesar di Kabupaten Bondowoso. Studi ini bermaksud untuk memahami korelasi antara pendapatan pendidikan orang tua dan ketahanan pangan dengan status gizi balita pada keluarga buruh tani berlandaskan indeks BB/U dan TB/U. Studi ini memakai metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Data dihimpun melalui kuesioner yang mencakup karakteristik partisipan status gizi balita dan ketahanan pangan memakai US-HFSSM. Analisis bivariat memakai uji chi-square memperlihatkan korelasi significant antara pendapatan pendidikan orang tua serta ketahanan pangan dengan status gizi balita berlandaskan indeks BB/U dan TB/U. Analisis multivariat dengan regresi logistik memperlihatkan bahwasanya ketahanan pangan paling berpengaruh atas status gizi BB/U (OR 71 385 p 0 000) sedangkan pendapatan paling berpengaruh atas status gizi TB/U (OR 12 692 p 0 000).