Skripsi
Analisis problematika pelaksanaan pembelajaran IPAS pada kurikulum merdeka kelas v Sekolah Dasar Negeri Sawojajar 6 / Zidna Dhiya\'ul Husna Arrosyidah
Abstrak
Arrosyidah Zidna Dhiya rsquo ul Husna 2025. Analisis Problematika Pelaksanaan Pembelajaran IPAS Pada Kurikulum Merdeka Kelas V Sekolah Dasar Negeri Sawojajar 6. Skripsi Departemen Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Arda Purnama Putra S.Pd M.Pd (II) Dr. Yohannes Kurniawan Barus M.Pd. Kata Kunci Problematika Pembelajaran IPAS Kurikulum Merdeka Pembelajaran IPAS merupakan salah satu kebijakan dari Kurikulum Merdeka yang mengintegrasikan pembelajaran IPA dan IPS menjadi satu tema pembelajaran. IPAS mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta beserta interaksinya dan mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. (Kemendikbud 2022). Pembelajaran IPAS tersusun dari 2 penting yakni sains dan sosial. Kebijakannya yang terbilang baru diterapkan sehingga baik guru maupun siswa masih beradaptasi dengan pelaksanaan pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran IPAS di Kelas V SDN Sawojajar 6 mengetahui faktor penyebab problematika dan solusi yang diterapkan dalam mengatasi problematika pembelajaran IPAS. Hal ini didasarkan pada prinsip pembelajaran umum merril gagne dan prinsip pembelajaran IPAS ketiga prinsip tersebut disintesiskan dan menjadi panduan dalam melakukan penelitian di lapangan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles Huberman yakni reduksi data penyajian data dan kesimpulan dan menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat problematika dalam pembelajaran IPAS di SDN sawojajar 6 diantaranya Pembelajaran IPAS masih dilakukan secara terpisah antara IPA dan IPS guru belum optimal dalam menyampaikan tujuan dan motivasi pembelajaran secara jelas di awal kegiatan dominasi metode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan minimnya penggunaan media pembelajaran guru belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara sistematis keterbatasan waktu dan belum optimalnya pemanfaatan modul ajar. Salah satu faktor penyebabnya meliputi kebijakan kurikulum yang terlalu fleksibel sehingga memungkinkan pembelajaran kurang terstruktur dengan baik. Solusi yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam menghadapi problematika pembelajaran IPAS antara lain pelaksanaan supervisi secara rutin oleh kepala sekolah dan pelatihan guru untuk mengevaluasi dan membina guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka khususnya pembelajaran IPAS.