Tesis
Peran kepala sekolah dalam penerapan total quality management (TQM) (studi multi situs di SMA Katolik Untung Surapati Sidoarjo dan SMA Katolik Frateran Surabaya) / Herman Emanuel Nggano
Abstrak
Kepala sekolah memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu sekolah melalui penerapan prinsip TQM (TQM). Prinsip TQM yang meliputi fokus pada pelanggan pengambilan keputusan berbasis data keterlibatan karyawan dan perbaikan berkelanjutan menjadi dasar dalam manajemen sekolah modern. Sebagai pemimpin kepala sekolah bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan kualitas pendidikan. Kepala sekolah juga bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan pengembangan program kerja berbasis TQM dengan melibatkan guru siswa orang tua dan masyarakat. Melalui pendekatan ini kepala sekolah tidak hanya memastikan kelanjutan pendidikan tetapi juga menciptakan budaya kerja yang berorientasi pada kualitas. Dalam prosesnya kepala sekolah harus memiliki visi yang jelas dan kemampuan untuk menginspirasi semua pihak agar berkomitmen pada perbaikan bersama. Prinsip TQM diterapkan dalam berbagai aspek seperti kurikulum pengelolaan sumber daya manusia dan hubungan dengan masyarakat. Dengan menerapkan TQM kepala sekolah dapat memastikan bahwa mutu pendidikan tidak hanya terjaga tetapi juga terus meningkat secara berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada peran kepala sekolah dalam penerapan TQM di SMAK Untung Surapati dan SMAK Frateran Surabaya. Fokus utama penelitian meliputi penerapan TQM hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam proses tersebut dan evaluasi terhadap implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs yang memungkinkan peneliti mengeksplorasi dua lokasi dengan latar belakang serupa. Pemilihan situs didasarkan pada kesamaan keduanya sebagai lembaga pendidikan berbasis Katolik. Data penelitian diperoleh melalui wawancara observasi dan studi dokumentasi dengan kepala sekolah sebagai informan utama serta dukungan data dari pihak lain yang relevan. Analisis data dilakukan dengan dua metode analisis dalam situs dan analisis lintas situs yang memberikan pandangan menyeluruh tentang penerapan TQM di kedua sekolah. Kepala sekolah memiliki peran sentral dalam perumusan visi misi dan tujuan sekolah serta penyusunan rencana program kerja tahunan. Dalam proses ini kepala sekolah memimpin seluruh staf sekolah untuk bersama-sama merumuskan atau merevisi visi misi dan tujuan agar sesuai dengan kebutuhan sekolah. Proses perumusan ini dilakukan secara partisipatif melalui rapat kerja yang melibatkan guru staf administratif yayasan dan pihak terkait lainnya. Kepala sekolah juga memastikan bahwa visi misi dan tujuan yang telah dirumuskan dijabarkan dalam bentuk program kerja yang konkret. Penyusunan program kerja dilakukan sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga seluruh elemen sekolah memiliki panduan yang jelas untuk bekerja. Kepala sekolah bertindak sebagai fasilitator yang memastikan bahwa program kerja tersebut selaras dengan prinsip-prinsip TQM. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan sinergi antara visi strategis sekolah dan implementasi program kerja di lapangan. Dalam mengidentifikasi hambatan penerapan TQM kepala sekolah bertugas mengenali tantangan-tantangan yang muncul baik dari internal maupun eksternal sekolah. Hambatan internal berupa kurangnya pemahaman guru dan staf terhadap prinsip TQM resistensi terhadap perubahan serta keterbatasan sumber daya manusia atau finansial. Sementara itu hambatan eksternal meliputi kurangnya dukungan dari masyarakat atau pihak terkait lainnya. Kepala sekolah melakukan pendekatan dialogis untuk menggali akar masalah dan menemukan solusi yang tepat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada guru dan staf agar mereka memahami pentingnya TQM. Selain itu kepala sekolah bekerja sama dengan yayasan dan komunitas untuk mengatasi kendala finansial dan mendapatkan dukungan tambahan. Kepala sekolah juga memiliki tanggung jawab penting dalam mengevaluasi penerapan TQM di sekolah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program kerja yang telah dijalankan dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Proses evaluasi ini melibatkan semua pihak terkait termasuk guru siswa dan orang tua untuk memastikan keberlanjutan program. Kepala sekolah menggunakan hasil evaluasi ini sebagai dasar untuk merancang langkah-langkah perbaikan dan inovasi yang relevan. Dalam evaluasi kepala sekolah juga memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan visi misi dan tujuan sekolah. Kepala sekolah menggunakan evaluasi untuk memotivasi staf agar terus berkomitmen pada prinsip TQM. Dengan mengevaluasi secara rutin kepala sekolah memastikan bahwa mutu pendidikan di sekolah terus meningkat dari waktu ke waktu. Penelitian ini memberikan beberapa saran penting. Kepada Dinas Pendidikan disarankan untuk melakukan pendampingan dan supervisi yang lebih intensif terhadap penerapan TQM di sekolah-sekolah terutama lembaga pendidikan swasta. Kepada pengurus yayasan disarankan untuk aktif mendukung implementasi TQM dengan menyediakan sumber daya yang diperlukan seperti dana untuk pelatihan serta mendorong pengembangan kebijakan yang mendukung perbaikan kualitas pendidikan di lembaga yang mereka kelola. Kepala sekolah perlu menyediakan program pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih terstruktur dan terukur serta membangun forum komunikasi antara guru siswa dan orang tua agar semua pihak dapat berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu penelitian ini juga menjadi referensi bagi peneliti lain untuk mengeksplorasi kajian lebih lanjut terkait penerapan TQM dengan mengkaji dampak dari penerapan TQM secara mendalam.