Skripsi
Pendayagunaan program kampus mengajar angkatan 7 (studi kasus di sdn tondomulo ii kedungadem bojonegoro) / Dandy Aditya Satriatama
Abstrak
Program Kampus Mengajar yang dilaksanakan di SDN Tondomulo II memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui pendampingan langsung dari mahasiswa yang berperan sebagai mitra guru. Kunci keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi yang erat antara mahasiswa dan guru dalam menyusun Rencana Aksi Kolaborasi (RAK) yang berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis siswa karena mahasiswa membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membuat mereka merasa lebih dekat dan bersemangat. Tujuan penelitian antara lain untuk (1) mendeskripsikan program kampus mengajar angkatan 7 (2) mendeskripsikan strategi pendayagunaan kampus mengajar angkatan 7 (3) mendeskripsikan keberlanjutan program kampus mengajar angkatan 7 dan (4) mendeskripsikan faktor penghambat dan upaya mengeliminasi hambatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SDN Tondomulo II Kedungadem Bojonegoro. Informan penelitian ini meliputi kepala sekolah beserta seluruh guru di SDN Tondomulo II Kedungadem Bojonegoro yang berjumlah 8 orang seorang DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dan seorang Koordinator PT empat mahasiswa peserta serta 20 orang yang terdiri dari 10 orang tua siswa dan 10 orang siswa. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa (1) Program Kampus Mengajar di SDN Tondomulo II memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi numerasi serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa melalui kolaborasi erat antara mahasiswa dan guru penerapan teknologi pembelajaran serta proses evaluasi yang berkesinambungan (2) kolaborasi yang erat antara kepala sekolah guru mahasiswa Program Kampus Mengajar serta dukungan perguruan tinggi terbukti menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif inovatif dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah (3) Program Kampus Mengajar dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan apabila didukung oleh kemitraan strategis jangka panjang antara sekolah perguruan tinggi pemerintah daerah dan alumni melalui pelatihan profesional yang berkesinambungan integrasi teknologi pembelajaran serta evaluasi rutin yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan (4) keberhasilan Program Kampus Mengajar di sekolah dengan keterbatasan sarana dan prasarana seperti SDN Tondomulo II sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa dalam melakukan asesmen kebutuhan peserta didik mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran serta membangun kolaborasi yang efektif antara mahasiswa guru kepala sekolah orang tua dan pendamping akademik guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan adaptif. Saran yang dapat diberikan peneliti yaitu (1) kepala sekolah sebaiknya terus mendorong terciptanya kerja sama yang erat antara guru mahasiswa Kampus Mengajar dan pihak-pihak terkait lainnya (2) para bapak dan ibu guru diharapkan dapat lebih terbuka terhadap pendekatan pembelajaran baru yang dibawa oleh mahasiswa Kampus Mengajar (3) orang tua siswa diharapkan dapat selalu mendukung agar hasil dari Program Kampus Mengajar bisa dirasakan secara optimal oleh siswa (4) ketua Departemen Administrasi Pendidikan diharapkan dapat terus mengembangkan kurikulum yang membuka ruang nyata bagi mahasiswa untuk terlibat langsung di lapangan dan (5) peneliti lainnya disarankan untuk mengkaji lebih jauh bagaimana dampak Program Kampus Mengajar dirasakan dalam jangka panjang terutama terhadap perkembangan profesional guru kebiasaan belajar siswa serta perubahan kebijakan di tingkat sekolah