Skripsi
Screening of lignin peroxidase enzyme in coffee-pineapple peel waste eco enzyme and optimization of eco enzyme concentration and incubation time against rhodamine b decolorization / Atika Lestari
Abstrak
Indonesia merupakan negara dengan beban air limbah industri tekstil tertinggi di Asia Tenggara mencapai 883 ton limbah organik per hari. Sekitar 29% dari jumlah ini berasal dari industri tekstil yang banyak menghasilkan limbah cair mengandung zat warna sintetik. Zat ini tidak hanya menghambat penetrasi cahaya matahari ke dalam air tetapi juga menurunkan kadar oksigen terlarut sehingga mengganggu ekosistem perairan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak tersebut adalah proses dekolorisasi yaitu penghilangan warna dari limbah cair. Ekoenzim adalah cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah atau sayuran yang diketahui mengandung berbagai enzim yang dapat digunakan untuk mendegradasi pewarna salah satunya yaitu enzim peroksidase yang berpotensi besar dalam membantu proses dekolorisasi. Enzim ini mampu menguraikan zat pencemar menjadi senyawa yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk skrining keberadaan dan aktivitas enzim peroksidase dalam ekoenzim yang dibuat dari kulit nanas dengan kulit kopi serta untuk mengetahui efektivitas ekoenzim tersebut dalam menurunkan warna zat pewarna sintetik Rhodamin B berdasarkan variasi waktu dan konsentrasi. Penelitian dilakukan secara laboratoris dan terdiri dari enam tahapan yaitu (1) Pembuatan ekoenzim limbah kulit nanas dan ekoenzim limbah kulit nanas dengan kulit kopi (2) Karakteristik warna dan aroma (3) Pengukuran pH (4) Pengujian itokimia (meliputi uji alkaloid uji lavanoid uji tanin uji saponin dan uji fenolik) (5) Pengujian aktivitas enzim peroksidase dan (6) Pengujian dekolorisasi ekoenzim terhadap Rhodamin B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoenzim kulit kopi dengan kulit nanas berwarna coklat pekat beraroma asam nanas dan memiliki pH 2 6 ndash 3 3. Ekoenzim mengandung senyawa aktif seperti alkaloid flavonoid tanin dan saponin. Aktivitas peroksidase tertinggi terdapat pada sampel P1 (4 30 U/mL). Dalam uji dekolorisasi peningkatan konsentrasi ekoenzim dan waktu kontak berbanding lurus dengan peningkatan efisiensi dekolorisasi. Pada konsentrasi ekoenzim 50% pada hari ketujuh memberikan hasil terbaik yaitu persentase dekolorisasi sebesar 91 44%.