Skripsi
Motivasi dan minat memilih konsentrasi keahlian dan sekolah pada siswa SMK Negeri 11 Malang / Chita Dyah Nur Azizah
Abstrak
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki keahlian sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Namun data BPS Jawa Timur menunjukkan tingkat pengangguran lulusan SMK masih lebih tinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksiapan karir siswa sehingga kompetensi yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri. Sebagai solusi kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi SMK untuk membuka program keahlian 3 atau 4 tahun sesuai kebutuhan DUDI. Karena itu perencanaan karir sejak dini sangat penting termasuk dalam pemilihan sekolah dan konsentrasi keahlian yang sesuai dengan minat dan motivasi siswa. SMK Negeri 11 Malang telah menambahkan dua konsentrasi keahlian baru yaitu Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) serta Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA). Namun motivasi dan minat siswa dalam memilih kedua konsentrasi ini masih belum kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi dan minat siswa dalam memilih konsentrasi keahlian dan sekolah serta melihat kecenderungan motivasi dan minatnya berdasarkan tingkat kelas dan status sosial ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif untuk mengukur tingkat motivasi dan minat serta uji crosstab untuk melihat kecenderungan berdasarkan tingkatan kelas dan status sosial ekonomi. Data dikumpulkan melalui angket dengan sampel penelitian berjumlah 158 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dalam memilih konsentrasi keahlian tergolong tinggi yakni 55 2% pada siswa DPIB dan 46 2% pada SIJA. Motivasi memilih sekolah termasuk tinggi yaitu 74 6% pada DPIB dan 62 6% pada SIJA. Minat terhadap konsentrasi keahlian termasuk tinggi yaitu 50 7% pada DPIB dan 51 6% pada SIJA. Minat memilih sekolah juga tinggi yaitu 64 2% pada DPIB dan 53 8% pada SIJA. Berdasarkan tingkatan kelas motivasi dan minat siswa DPIB kelas X dan XI tergolong tinggi dan meningkat menjadi sangat tinggi pada konsentrasi keahlian di kelas XII. Sementara itu siswa SIJA kelas X menunjukkan kategori rendah meningkat menjadi tinggi di kelas XI dan XII serta sangat tinggi pada konsentrasi keahlian di kelas XIII. Minat terhadap sekolah tetap tinggi di semua jenjang. Selanjutnya dari aspek status sosial ekonomi siswa DPIB dengan motivasi dan minat tinggi umumnya berasal dari orang tua dengan pendidikan rendah pekerjaan dan pendapatan sedang. Sedangkan pada SIJA siswa dengan motivasi dan minat tinggi cenderung berasal dari orang tua dengan pendidikan dan pekerjaan pada kategori sedang serta berpenghasilan rendah.