Tesis
Pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan QR Code terhadap hasil belajar matematika materi bilangan bulat ditinjau dari kemampuan awal matematika dan motivasi belajar peserta didik / Mohammad Khoirudin
Abstrak
Latar belakang penelitian ini menyoroti bahwa kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas. Metode pembelajaran yang berfokus pada partisipasi aktif siswa dapat membantu mereka mengembangkan dan membangun ide-ide matematis secara mandiri. Namun di banyak sekolah model pembelajaran yang dominan masih berfokus pada guru yang cenderung membuat siswa pasif. Penggunaan teknologi seperti QR Code dalam pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan QR Code terhadap hasil belajar matematika materi bilangan bulat dengan mempertimbangkan kemampuan awal matematika dan motivasi belajar peserta didik. Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut Apakah terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar matematika antara model pembelajaran PBL berbantuan QR Code dengan model pembelajaran ekspositori Bagaimana pengaruh pembelajaran menggunakan model PBL berbantuan QR Code terhadap hasil belajar matematika peserta didik khususnya pada mereka yang memiliki kemampuan awal matematika tinggi dibandingkan dengan yang memiliki kemampuan awal rendah Apakah model pembelajaran kemampuan awal matematika dan motivasi belajar peserta didik secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar matematika Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah hasil belajar matematika peserta didik yang menggunakan model PBL berbantuan QR Code lebih tinggi daripada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ekspositori menentukan apakah pembelajaran dengan model PBL berbantuan QR Code berdampak pada hasil belajar matematika khususnya pada peserta didik yang memiliki kemampuan awal matematika tinggi dibandingkan dengan yang memiliki kemampuan awal rendah serta menyelidiki pengaruh bersama-sama dari model pembelajaran kemampuan awal matematika dan motivasi belajar peserta didik terhadap hasil belajar matematika. Metodologi penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah siswa kelas VI UPT SD Negeri Birowo 02 dan UPT SD Negeri Birowo 04. Sampel diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar matematika kuesioner kemampuan awal matematika dan kuesioner motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar matematika antara model pembelajaran PBL berbantuan QR Code dengan model pembelajaran ekspositori di mana model PBL berbantuan QR Code lebih efektif. Pembelajaran dengan model PBL berbantuan QR Code lebih berdampak pada peserta didik dengan kemampuan awal matematika tinggi dibandingkan dengan yang memiliki kemampuan awal rendah. Selain itu model pembelajaran dan kemampuan awal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Namun motivasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Motivasi belajar yang tinggi tidak selalu berkontribusi pada pencapaian hasil belajar yang lebih baik dalam pembelajaran matematika. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan QR Code efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika materi bilangan bulat. Pengaruhnya lebih signifikan pada peserta didik dengan kemampuan awal matematika tinggi dan motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar. Saran yang diberikan antara lain guru disarankan untuk menggunakan model PBL berbantuan QR Code dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa pentingnya melakukan evaluasi kemampuan awal secara terperinci sebelum memulai pembelajaran memperhatikan strategi yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa seperti memberikan umpan balik yang konstruktif membangun lingkungan belajar yang mendukung dan memanfaatkan metode pembelajaran yang menarik. sekolah perlu mendukung penerapan teknologi dalam pembelajaran dengan menyediakan fasilitas yang memadai serta penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas model PBL berbantuan QR Code pada mata pelajaran dan jenjang pendidikan yang berbeda.