Skripsi
Manajemen ekstrakurikuler reog ponorogo berbasis budaya lokal (studi kasus di smpn 1 bungkal ponorogo) / Rifa\' Fandya Wafi\' Ar-Rasyid
Abstrak
Penelitian ini berjudul Manajemen Ekstrakurikuler Reog Ponorogo Berbasis Budaya Lokal (Studi Kasus di SMPN 1 Bungkal). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda serta perlunya pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang terarah dan mendidik. Reog Ponorogo sebagai warisan budaya khas Kabupaten Ponorogo diintegrasikan dalam kegiatan sekolah sebagai media pembentukan karakter dan pelestarian budaya lokal. Fokus penelitian ini meliputi (1) bagaimana proses manajemen ekstrakurikuler Reog Ponorogo di SMPN 1 Bungkal Kabupaten Ponorogo (2) bagaimana dampak ekstrakurikuler Reog terhadap pemahaman dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal (3) faktor yang mendukung dan Faktor yang menghambat pelaksanaan manajemen ekstrakurikuler Reog Ponorogo di SMPN 1 Bungkal Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara observasi dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah waka kesiswaan pembina pelatih siswa dan orang tua. Data dianalisis melalui tahap kondensasi penyajian dan penarikan kesimpulan keabsahan data diuji melalui triangulasi pengecekan anggota dan kecukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler Reog Ponorogo di SMPN 1 Bungkal dilaksanakan secara sistematis dan berbasis sekolah. Perencanaan dilakukan secara partisipatif pengorganisasian memiliki struktur yang jelas dan pelaksanaan berlangsung teratur mulai dari perekrutan hingga penampilan siswa dalam berbagai ajang. Evaluasi dilakukan secara rutin dan menyeluruh melalui monitoring evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan ini terbukti berdampak positif dalam pengembangan karakter siswa pelestarian budaya serta peningkatan citra sekolah di masyarakat. Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan ekstrakurikuler Reog Ponorogo di SMPN 1 Bungkal sangat memengaruhi keberhasilan kegiatan. Dukungan dari sekolah dan siswa menjadi kekuatan utama sedangkan kendala seperti minimnya dana dan sarana menjadi hambatan yang perlu diatasi. Berdasarkan hasil tersebut peneliti memberikan beberapa saran (1) kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo disarankan untuk memberikan dukungan kebijakan dan anggaran dalam pengembangan ekstrakurikuler Reog di sekolah sebagai upaya pelestarian budaya lokal (2) kepala SMP terus melanjutkan pengelolaan ekstrakurikuler Reog Ponorogo dengan pendekatan manajerial yang sistematis untuk mendukung pelestarian budaya lokal (3) guru pembina ekstrakurikuler Reog secara rutin mengikuti pelatihan dan pengembangan kemampuan agar kualitas pembinaan seni Reog semakin meningkat (4) peserta didik dianjurkan untuk aktif mengikuti latihan dan pementasan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar potensi dan kemampuan seni mereka dapat berkembang optimal.