Skripsi
Sintesis, karakterisasi, analisis hirshfeld surface dan uji potensi antibakteri senyawa kompleks bis-(2-hidroksibenzoat)-bis-(piridina-2-amina)-zink / Nabilah Salma Nur Azizah Prayogo
Abstrak
Resistensi antibakteri menjadi masalah global yang serius dengan prediksi kematian hingga 10 juta jiwa pada tahun 2050 akibat infeksi resisten. Senyawa kompleks logam transisi menunjukkan potensi besar sebagai agen antibakteri baru karena efektivitas tinggi dan toksisitas rendah dibanding senyawa organik murni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur karakterisasi analisis Hirshfeld Surface dan potensi antibakteri senyawa kompleks hasil sintesis. Senyawa kompleks [Zn(2-ampy)2(Sal)2] berhasil disintesis dengan metode langsung dari prekursor ZnCl2 2-ampy dan natrium salisilat dengan perbandingan 1 2 2 dalam pelarut etanol air selama 6 jam. Kristal yang didapatkan tidak berwarna dengan yield sebesar 69 13%. Senyawa hasil sintesis merupakan senyawa dengan konduktivitas listrik rendah dan titik lebur 165. Pada uji FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang gugus C N pada ligan 2-ampy yang mengindikasikan koordinasi terjadi melalui atom N aromatik. Pada Na-salisilat pergeseran gugus COO- yang mengindikasikan terjadinya koordinasi melalui atom O pada gugus karboksilat dari ion salisilat. Berdasarkan hasil refinement data SC-XRD menunjukkan bahwa senyawa kompleks memiliki geometri tetrahedral terdistorsi dalam sistem ortorombik dan space grup Pbcn. Analisis Hirshfeld Surface menunjukkan interaksi HH yang paling dominan sebesar 38 2%. Hasil potensi antibakteri menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesis memiliki aktivitas yang lebih unggul dibandingkan dengan reaktannya pada konsentrasi 5 mg/mL pada bakteri S. aureus