Tesis
Pengaruh pemberdayaan guru dan budaya organisasi dimediasi manajemen konflik terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di daerah perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas / Marlina Marbun
Abstrak
Marbun Marlina. 2025. Pengaruh Pemberdayaan Guru dan Budaya Organisasi Dimediasi Manajemen Konflik terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri di Daerah Perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas. Tesis Departemen Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono M.Pd. (II) Dr. Sunarni S.Pd M.Pd.Kata kunci pemberdayaan guru budaya organisasi manjemen konflik kinerja guruKualitas pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas khususnya di daerah perbatasan seperti Kabupaten Kepulauan Anambas yang menghadapi tantangan geografis keterbatasan akses dan minimnya infrastruktur dan rendahnya dukungan pengembangan profesional. Kualitas pendidikan di Anambas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah kinerja guru terutama di sekolah dasar negeri. Secara ideal kinerja guru dapat ditingkatkan melalui pemberdayaan guru yang optimal dan dukungan budaya organisasi yang kuat dan positif di lingkungan sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis. Selain itu manajemen konflik yang efektif di sekolah dapat memastikan bahwa potensi konflik yang muncul dapat diselesaikan dengan baik sehingga menciptakan kondisi kerja yang kondusif dan produktif bagi guru serta mendorong peningkatan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tingkat pemberdayaan guru yang diimplementasikan guru SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (2) tingkat budaya organisasi yang diimplementasikan guru SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (3) tingkat manajemen konflik yang diimplementasikan guru SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (4) tingkat kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (5) pengaruh pemberdayaan guru terhadap kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (6) pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (7) pengaruh manajemen konflik terhadap kinerja guru SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (8) pengaruh pemberdayaan guru terhadap manajemen konflik di SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (9) pengaruh budaya organisasi terhadap manajemen konflik di SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (10) pengaruh pemberdayaan guru terhadap kinerja guru melalui manajemen konflik di SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas dan (11) pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru melalui manajemen konflik di SD Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran angket terhadap guru PNS dan PPPK pada sekolah dasar negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 29 untuk analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM) berbantuan software AMOS 29 untuk analisis inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberdayaan guru yang diimplementasikan di SD Negeri Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong tingkat sedang (menengah) (2) budaya organisasi yang diimplementasikan di SD Negeri Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong tingkat sedang (menengah) (3) manajemen konflik yang diimplementasikan di SD Negeri Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong tingkat yang baik (4) kinerja guru di SD Negeri Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong tingkat baik (5) pemberdayaan guru berpengaruh terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (6) budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (7) manajemen konflik berpengaruh terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (8) pemberdayaan guru berpengaruh terhadap manajemen konflik di sekolah dasar negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (9) budaya organisasi berpengaruh terhadap manajemen konflik di sekolah dasar negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas (10) pemberdayaan guru berpengaruh terhadap kinerja guru yang dimediasi oleh manajemen konflik di SD Negeri daerah perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas dan (11) budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja guru yang dimediasi oleh manajemen konflik di SD Negeri daerah perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas.Saran penelitian ditujukan kepada (1) guru SD Negeri di daerah perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan secara aktif mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang terbukti signifikan memengaruhi kinerja mereka seperti pemberdayaan guru budaya organisasi dan manajemen konflik (2) kepala sekolah diharapkan menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan evaluatif dalam kebijakan dan menyusun program pengelolaan sekolah khususnya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan guru membangun budaya organisasi yang positif serta mengelola konflik secara konstruktif guna mendorong peningkatan kinerja guru yang pada akhirnya akan berdampak pada mutu pembelajaran siswa (3) dinas pendidikan bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan disarankan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai landasan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan program strategis yang lebih responsif terhadap kondisi pendidikan di wilayah daerah perbatasan secara lebih merata dan berkelanjutan yang mendukung iklim kerja yang kolaboratif dan profesional (4) koordinator program studi S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang diharapkan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan menjadi rujukan dalam mengembangkan kurikulum dan strategi pembelajaran berbasis studi kasus praktik nyata di daerah perbatasan yang dapat mendukung pengembangan profesionalisme guru dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan lapangan dan (5) peneliti selanjutnya disarankan dapat mengembangkan studi yang lebih mendalam baik secara teoritis maupun aplikatif serta mengembangkan model manajemen pendidikan yang relevan untuk konteks daerah 3T baik dari aspek variabel wilayah maupun pendekatan metodologis yang dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan kinerja guru serta menggali lebih dalam faktor mediasi atau moderasi yang berpengaruh dalam konteks daerah 3T (Terdepan Terluar dan Tertinggal)