Skripsi
Penggunaan biji polypropylene sebagai bahan tambah pada campuran asphalt concrete-wearing course (ac-wc) ditinjau terhadap parameter marshall dan indeks kekuatan sisa (iks) / Aditya Adjie Wiguna
Abstrak
Seiring dengan bertambahnya penggunaan jalan maka beban kendaraan pada jalan akan semakin meningkat yang dapat menimbulkan kerusakan jalan. Maka perlu adanya peningkatan kualitas perkerasan jalan yang digunakan. Salah satu material yang dapat digunakan dalam peningkatan kualitas perkerasan jalan adalah plastik Polypropylene (PP). Plastik PP memiliki sifat-sifat seperti tahan terhadap panas fleksibel dan kuat tahan terhadap korosi dan tidak menyerap air. Dari sifat plastik PP diharapkan dapat meningkatkan kualitas perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik bahan aspal yang dihasilkan setelah dilakukan penambahan zat aditif berupa plastik PP dengan penambahan kadar variasi 4 5%-6 5% dari kadar aspal (2) mendeskripsikan kinerja berdasarkan parameter Marshall yang dihasilkan dari perkerasan campuran aspal jenis AC-WC yang telah ditambahkan zat aditif berupa plastik PP dengan penambahan kadar variasi 4 5%-6 5% dari kadar aspal dan (3) mendeskripsikan indeks kekuatan sisa yang dihasilkan dari perkerasan campuran aspal jenis AC-WC yang telah ditambahkan zat aditif berupa plastik PP dengan penambahan kadar variasi 4 5%-6 5% dari kadar aspal. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan pembuatan benda uji untuk mendapatkan nilai KAO. Setelah KAO diketahui selanjutnya dilakukan penambahan biji plastik PP terhadap aspal dari berat KAO sebagai acuan. Kadar plastik PP yang digunakan terhadap satu buah benda uji dimulai dari 4 5% 5% 4 5% 6% dan 6 5% . Setelah KAO dan KPO didapatkan dilakukan pencampuran pembuatan benda uji untuk mendapatkan nilai parameter Marshall dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Hasil pada penlitian ini menunjukan bahwa penambahan biji plastik PP pada jenis perkerasan jalan AC-WC dapat meningkatkan nilai stabilitas yang dihasilkan dengan nilai tertinggi adalah 1960 95 Kg. Sedangkan nilai flow dan VFA cenderung mengalami kenaikan dengan nilai seiring dengan ditambahkan kadar plastik. Untuk parameter VIM dan VMA mengalami penurunan dengan seiring ditambahkan kadar plastik. Untuk nilai IKS yang didapatkan pada Kadar Aspal Optimum (KAO) adalah sebesar 93 351% dan untuk Kadar Plastik Optimum (KPO) adalah 90 205%.