Skripsi
Pembelajaran seni budaya oleh guru non-pendidikan seni di MTS Al Ma’arif Bocek Karangploso: studi deskriptif tentang kesiapan, strategi, dan tantangan / Safira Maulida
Abstrak
Pembelajaran seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter kreativitas dan penghargaan peserta didik terhadap nilai-nilai budaya lokal dan nasional. Oleh karena itu idealnya pembelajaran Seni Budaya di tingkat MTs diampu oleh pendidik yang memiliki kompetensi akademik di bidang seni agar materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga mampu mengasah keterampilan dan apresiasi seni secara mendalam. Namun di banyak satuan pendidikan termasuk MTs Al Maarif Bocek Karangploso tidak diampu oleh guru yang berlatar belakang pendidikan seni. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kesiapan pendidik non seni dalam mempersiapkan perangkat media serta bahan ajar pembelajaran menganalisis strategi dan model pembelajarannya serta mendeskripsikan hambatan dan tantangan yang di hadapi oleh pendidik. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara observasi dan Studi Dokumentasi Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data reduksi penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru non-seni di MTs Al Maarif Bocek Karangploso mempersiapkan perangkat pembelajaran secara mandiri melalui modul ajar menggunakan media dan bahan ajar sederhana seperti LKS. Strategi pembelajaran yang diterapkan berupa ceramah diskusi dan tugas proyek sedangkan model pembelajarannya mengarah pada Project-Based Learning yang bersifat kontekstual dan berbasis pengalaman meskipun penerapannya belum sepenuhnya sistematis. Tantangan dan Hambatan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan kompetensi teknis minimnya fasilitas. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan guru non-pendidikan seni dalam pembelajaran Seni Budaya masih menghadapi keterbatasan kompetensi namun memberikan kontribusi penting sebagai dasar evaluasi kebijakan penugasan guru dan diharapkan dapat mendorong pelatihan yang lebih terarah untuk meningkatkan mutu pembelajaran seni di madrasah.