Tesis
Hubungan motivasi belajar dan efikasi diri terhadap kreativitas mahasiswa S2 PAUD UM pada mata kuliah pengembangan pembelajaran dan media / Unzilatur Rizqi Maulidina
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kreativitas sebagai kompetensi utama mahasiswa S2 PAUD khususnya pada mata kuliah Pengembangan Pembelajaran dan Media. Kreativitas dipandang sebagai hasil interaksi berbagai faktor internal termasuk motivasi belajar dan efikasi diri. Mahasiswa yang memiliki motivasi dan kepercayaan diri tinggi cenderung lebih inovatif dan berprestasi secara akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara motivasi belajar dan efikasi diri terhadap kreativitas mahasiswa S2 PAUD Universitas Negeri Malang. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional penelitian ini melibatkan 74 mahasiswa dari total 77 mahasiswa angakatan 2023 dan 2024. Motivasi belajar dikaji dalam dua aspek yaitu intrinsik (hasrat dan keinginan untuk berhasil dorongan dan kebutuhan dalam belajar dan harapan dan cita-cita masa depan) dan ekstrinsik (penghargaan dalam belajar kegiatan yang menarik dalam belajar dan lingkungan belajar yang kondusif). Efikasi diri dianalisis melalui tiga dimensi magnitude generality dan strength. Kreativitas diukur berdasarkan keterampilan dalam suatu bidang keterampilan berpikir kreatif dan motivasi intrinsik dalam mengerjakan tugas. Instrumen berupa angket yang telah divalidasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dan kreativitas serta antara efikasi diri dan kreativitas. Koefisien korelasi ganda sebesar 0 997 dengan signifikansi lt 0 001 dan R2 0 994 menunjukkan bahwa 94% variabel kreativitas dapat dijelaskan oleh motivasi belajar dan efikasi diri. Temuan ini menegaskan pentingnya menumbuhkan motivasi dan efikasi diri dalam pembelajaran. Mahasiswa termotivasi dan percaya diri lebih antusias aktif dan inovatif dalam menyelesaikan tugas. Oleh karena itu disarankan agar dosen dan koordinator program studi menerapkan strategi pembelajaran yang mendukung kedua aspek tersebut seperti pembelajaran berbasis proyek tugas menantang dan ruang eksplorasi ide. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan mengenai faktor lain yang memengaruhi kreativitas seperti lingkungan belajar dukungan sosial dan teknologi pendidikan. Dengan demikian motivasi belajar dan efikasi diri merupakan fondasi penting dalam pengembangan kreativitas mahasiswa khususnya dalam konteks pengembangan media pembelajaran untuk anak usia dini. Oleh karena itu pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antara faktor-faktor tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan inovatif.