Skripsi
Pengembangan modul literasi digital untuk siswa kelas V SD Laboratorium UM dalam meningkatkan penggunaan teknologi / Melati Arum Pambudini
Abstrak
Perkembangan teknologi digital di era saat ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari termasuk dalam dunia pendidikan. Namun demikian kemampuan literasi digital siswa sekolah dasar masih tergolong rendah ditandai dengan dominasi penggunaan perangkat digital hanya untuk hiburan dan kurangnya pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak dan produktif. Di SD Laboratorium UM meskipun sarana dan prasarana teknologi seperti laboratorium komputer dan akses internet sudah memadai belum tersedia modul pembelajaran literasi digital yang sistematis dan sesuai dengan karakteristik siswa. Hal ini menimbulkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan bahan ajar yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara efektif etis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul literasi digital bagi siswa kelas V SD Laboratorium UM yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi. Modul ini dirancang berdasarkan empat komponen utama literasi digital menurut Bawden yaitu keterampilan dasar literasi digital pengetahuan informasi kompetensi utama serta sikap dan perspektif dalam menggunakan informasi digital. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Borg dan Gall. Subjek uji coba terdiri dari 26 siswa kelas V SD Laboratorium UM serta melibatkan dua validato yaitu ahli materi dan ahli media. Teknik pengumpulan data meliputi observasi wawancara dan angket. Observasi dilakukan untuk melihat interaksi siswa dengan teknologi serta respons mereka terhadap pembelajaran. Wawancara dilakukan dengan guru kelas dan guru ICT untuk mengidentifikasi kebutuhan literasi digital siswa. Sedangkan angket disebarkan kepada ahli materi ahli media dan siswa untuk menilai kelayakan dan efektivitas modul. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pedoman wawancara serta angket dengan skala likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan dua pendekatan. Data kualitatif dari observasi dan wawancara. Sementara itu data kuantitatif dari angket dianalisis menggunakan persentase untuk menentukan kategori kelayakan modul. Hasil pengembangan modul dimulai dari identifikasi kebutuhan siswa melalui observasi dan wawancara dengan guru yang menunjukkan bahwa siswa sudah terbiasa menggunakan teknologi namun belum memahami penggunaan informasi secara bijak etika digital serta plagiarisme. Modul dirancang berdasarkan teori literasi digital dari (Bawden 2001) dengan pendekatan visual dan interaktif menggunakan Canva. Materi disusun untuk tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga membentuk karakter siswa sebagai pengguna teknologi yang kritis dan bertanggung jawab. Hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan bahwa modul masuk kategori ldquo Sangat Layak rdquo dengan skor masing-masing 97 89% dan 98 67%. Uji coba terbatas pada 6 siswa memperoleh rata-rata nilai 69 79% ldquo Layak rdquo yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba pemakaian kepada 20 siswa dan memperoleh skor rata-rata 81 31% ldquo Sangat Layak rdquo . Respon siswa menunjukkan peningkatan pemahaman keterlibatan dan ketertarikan terhadap materi. Revisi yang dilakukan setelah uji coba terbatas terbukti meningkatkan kualitas modul dengan demikian modul literasi digital ini dinyatakan efektif dan layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung di sekolah dasar khususnya dalam pembelajaran berbasis teknologi.