Skripsi
Pengaruh penggunaan media lego terhadap kemampuan motorik halus pada anak tunadaksa di SLB ypac Kota Malang / Mitha Annisa Safitri
Abstrak
Tunadaksa merupakan gangguan sistem motorik yang meliputi gangguan mobilitas pada pengatur sistem otot tulang dan persendian. Tunadaksa diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu tunadaksa syaraf dan tunadaksa ortopedi. Tunadaksa syaraf disebabkan luka pada bagian otak yang menyebabkan gangguan pada perkembangan oleh karena itu anak mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas yang termasuk ke dalam kategori ini adalah Cerebral Palsy. Kemampuan motorik halus pada anak tunadaksa tergolong rendah. oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan khususnya pada motorik halus bagi anak tunadaksa dengan jenis hambatan Cerebral Palsy dengan menggunakan media lego. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan motorik halus pada anak tunadaksa sebelum dilakukan intervensi menggunakan media lego bagaimana kemampuan motorik halus pada anak tunadaksa setelah dilakukan intervensi menggunakan media lego dan menganalisis pengaruh penggunaan media lego terhadap kemampuan motorik halus pada anak tunadaksa dengan jenis hambatan cerebral palsy kelas I di SLB YPAC Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen kuantitatif dengan desain single subject research (SSR) dan metode A-B-A. Subjek dalam penelitian ini satu orang anak tunadaksa dengan jenis hambatan cerebral palsy berusia 17 tahun yang mengalami hambatan dalam koordinasi tangan dan ketererampilan motorik halus lainnya. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang meliputi beberapa aspek yaitu koordinasi mata dan tangan mewarnai melipat merawat diri dan menulis. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus pada subyek dari fase baseline 1 (A) 39 285% intervensi (B) 51 562% dan fase baseline 2 (A rsquo ) 65 178%. Pada penelitian membuktikan bahwa media lego dapat menjadi salah satu alternatif alat bantu yang efektif dalam meningkatan kemampuan motorik halus pada anak tunadaksa. Kesimpulan pada penelitian ini penggunaan media lego terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunadaksa dengan hambatan cerebral palsy. Intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas seperti mewarnai melipat meronce menulis dan merawat diri. Pada fase baseline 1 (A) intervensi (B) dan baseline 2 (A rsquo ) menunjukkan pola peningkatan yang konsisten dan stabil setelah intervensi mengindikasikan bahwa media lego dapat menjadi stimulasi yang menyenangkan dan edukatif untuk perkembangan motorik halus anak.