Tesis
Kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel / Aisyah Habibatunnurrohmah
Abstrak
Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan seseorang mengungkapkan ide-ide matematika mereka terhadap suatu masalah ke dalam bentuk lain. Keterampilan representasi matematis berperan penting dalam literasi matematis karena memungkinkan siswa merumuskan menerapkan dan menafsirkan ide-ide matematika melalui berbagai bentuk seperti simbol tabel grafik atau gambar untuk menyelesaikan masalah dalam beragam konteks. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis pada materi sistem peramaan linear dua variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sebanyak 34 siswa kelas VIII di Kota Lamongan mengerjakan tes tertulis. Berdasarkan hasil tes dan wawancara yang diakukan dipilih enam siswa sebagai subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu yaitu siswa kelas VIII yang telah mempelajari materi SPLDV secara tuntas mampu menyelesaikan soal literasi matematis secara tertulis dengan sistematis dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menyampaikan penjelasan matematis secara verbal maupun tertulis. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan siswa berada pada kategori sedang. Hal ini terlihat dari variasi capaian pada masing-masing indikator representasi dimana kemampuan verbal mendominasi dengan capaian tertinggi sedangkan kemampuan simbolik masih menjadi tantangan utama bagi sebagian besar siswa. Ketidakseimbangan ini menunjukkan bahwa meskipun siswa memiliki pemahaman yang baik dalam menjelaskan proses dan ide matematika mereka masih menghadapi kesulitan dalam hal visualisasi dan pemodelan matematis secara simbolik. Kemampuan representasi verbal merupakan aspek yang memiliki capaian paling tinggi dibandingkan dua bentuk representasi lainnya dikarenakan sebagian besar siswa mampu mengungkapkan ide dan langkah-langkah penyelesaian soal secara jelas dan runtut menggunakan bahasa sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu menjelaskan proses penyelesaian soal baik secara lisan maupun tulisan.