UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Konstruksi budaya ngenger dalam fiksi indonesia karya sastrawan etnik jawa tahun 1980-2000 dan implikasinya dalam pendidikan di Indonesia / Sri Suharti

Suharti, Sri - Nama Orang;

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konstruksi budaya ngenger dalam fiksi Indonesia karya sastrawan etnik Jawa tahun 1980-2000. Secara khusus penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis (1) komponen tindakan ngenger dalam fiksi Indonesia (2) strategi tindakan ngenger dalam fiksi Indonesia dan (3) fungsi dan disfungsi budaya ngenger dalam fiksi Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosioantropologi sastra. Data penelitian berupa data verbal yaitu unit-unit wacana tekstual dalam bentuk kata frasa dan kalimat dalam novel. Sumber data penelitan ini adalah novel Para Priyayi Pengakuan Pariyem Canting Pasar Sekar Tirai Menurun dan Ronggeng Dukuh Paruk. Ketujuh novel yang diteliti tersebut merupakan novel yang mengandung budaya ngenger yang sangat pekat dan dominan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang meliputi empat tahapan yaitu pembacaan karya sastra secara berulang untuk memperoleh pemahaman dan penghayatan tentang data penelitian secara keseluruhan reduksi data identifikasi dan klasifikasi data berdasarkan fokus penelitian serta penafsiran hasil temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fiksi Indonesia karya sastrawan etnik Jawa pada tahun 1980-2000 merepresentasikan komponen tindakan ngenger strategi tindakan ngenger serta fungsi dan disfungsi budaya ngenger. Pada fokus komponen tindakan ngenger ditemukan adanya aktor (penerima ngenger dan pelaku ngenger) tujuan (ekonomi pendidikan sosial kepemimpinan dan pewarisan budaya) konteks situasional (ekonomi pendidikan struktur sosial dan kolonialisme) serta konsensus nilai dan norma (prinsip hidup Jawa rukun dan hormat). Komponen tersebut membentuk ngenger sebagai tindakan sosial yang rasional terstruktur dan bermartabat sesuai dengan nilai budaya Jawa. Pada fokus strategi tindakan ngenger ditemukan adanya strategi adaptasi pencapaian tujuan integrasi pemeliharaan pola maupun strategi jalan pintas. Strategi adaptasi terdiri dari adaptasi pasif (ngelmu krasan patuh pada nilai dan norma) dan adaptasi aktif (inisiatif dan proaktif peningkatan kualitas diri). Strategi adaptasi melandasi cara bertindak cara bertahan dan jalan pelaku ngenger untuk mencapai tujuan. Strategi pencapaian tujuan berupa penataan tujuan pribadi agar selaras dan seimbang dengan tujuan sistem. Strategi pencapaian tujuan membentuk tindakan yang rasional terarah penuh pertimbangan dan bermartabat. Strategi integrasi yaitu pengelolaan konflik melalui strategi pertahanan dan strategi penyesuaian. Strategi integrasi berfungsi menjaga keharmonisan sosial mencegah disintegrasi dan sarana pembentukan karakter pelaku ngenger. Pemeliharaan pola yaitu etika Jawa sebagai pola normatif (sabar rila dan ikhlas narima ing pandum andhap asor prasaja tepa salira dan sepi ing pamrih rame ing gawe) internalisasi nilai (melalui pembiasaan keteladanan wejangan perintah dan laku pengalaman) dan upaya menjaga stabilitas diri (melalui pendekatan pada Tuhan YME pendalaman rasa dan laku prihatin). Strategi pemeliharaan pola berfungsi menumbuhkan kepribadian luhur dan stabil menjaga konsistensi dalam tekanan sosial mendukung keselarasan sosial dan menjamin keberlangsungan nilai-nilai budaya Jawa. Strategi jalan pintas dilakukan dengan strategi seksual. Strategi seksual berfungsi sebagai modal dan alat tawar untuk mempercepat mobilitas ekonomi dan mobilitas sosial melalui jalur perkawinan serta keturunan. Pada fokus penelitian fungsi dan disfungsi tradisi ngenger ditemukan adanya fungsi sosial ngenger meliputi solidaritas sosial kesejahteraan sosial dan stabilitas sosial. Fungsi sosial tersebut membentuk ngenger sebagai praktik budaya yang terstruktur bermakna dan layak untuk dipertahankan karena mampu mengikat individu dan masyarakat dalam relasi sosial yang harmonis dan saling menguntungkan. Selain itu ditemukan juga disfungsi ngenger tampak dalam bentuk hubungan seksual di luar perkawinan berupa perselingkuhan dan pergundikan. Penindasan struktural berupa pelaku ngenger menjadi tumbal kepentingan perendahan martabat marginalisasi eksploitasi ekonomi kekerasan psikologis pengabaian pendidikan dan mobilitas sosial pelecehan seksual dan pengingkaran nasab keturunan. Dalam konstruksi budaya ngenger disfungsi merupakan titik kritik yang memperlihatkan batas dan risiko sistem ini jika dijalankan tanpa kesadaran etis dan tanpa mekanisme kontrol sosial. Disfungsi bukan melemahkan eksistensi ngenger tetapi justru memperkuat urgensi untuk menjaga merefleksi dan membenahi praktik ngenger agar tetap relevan dan manusiawi. Implikasi budaya ngenger bagi pendidikan di Indonesia mencakup penguatan karakter pemerataan akses pendidikan dan pembelajaran yang kontekstual dan humanistik. Budaya ini mendorong lahirnya relasi pendidikan yang lebih humanis dan membumi. Dengan demikian ngenger dapat menjadi inspirasi untuk membangun sistem pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kajian budaya ngenger dalam fiksi Indonesia perlu dikembangkan melalui perspektif gender kelas dan modernitas dengan pendekatan interdisipliner seperti feminisme ekokritik dan poskolonialisme. Fiksi bertema ngenger memiliki nilai budaya dan kritik sosial yang relevan untuk memperkaya pemahaman dan minat baca masyarakat. Karya-karya tersebut juga penting diintegrasikan dalam pembelajaran sastra dengan pendekatan kontekstual dan kreatif guna memperkuat apresiasi terhadap sastra dan budaya Indonesia.


Informasi Detail
DDC
Rd 899.2213 SUH k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2025.
Deskripsi Fisik
xx, 504 lembar. : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00179/RD/25
Edisi
Disertasi(Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2025
Subjek
1. FIKSI INDONESIA - BUDAYA NGENGER
2. FIKSI INDONESIA (ETNIK JAWA TAHUN 1980-2000) - PENDIDIKAN DI INDONESIA
3. INDONESIAN FICTION - NGENGER CULTURE

Pembimbing
1. Prof. Dr. Djoko Saryono, M.pd; 2. Dr. Roekhan, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik