Skripsi
Peningkatan kadar gliserol menggunakan karbon bonggol jagung teraktivasi koh serta pemanfaatannya sebagai bahan pelembab sabun cair / Amalia Qurrata A’yun
Abstrak
Peningkatan kadar gliserol dilakukan melalui proses antisolvent treatment lalu adsorpsi. Antisolvent treatment menggunakan metanol dan adsorpsi memanfaatkan limbah biomassa bonggol jagung. Karbon bonggol jagung diaktivasi dengan KOH 20% dilanjutkan kalsinasi pada suhu 400oC selama 2 jam. Karbon aktif memiliki daya serap iodium sebesar 986 90 mg/g kadar air 1 76% dan kadar abu 5 54% dan telah memenuhi SNI 06-3730-1989 tentang arang aktif teknis. Morfologi karbon aktif menunjukkan struktur pori karbon aktif dengan pori yang banyak dan lebih besar dibanding karbon tanpa aktivasi dengan unsur terbanyak adalah unsur C O dan K. Spektrum IR karbon aktif menunjukkan adanya gugus fungsi -C C dan -C-H. Pola difraksi karbon aktif dengan puncak 2 theta 23 3 deg dan 41 3 deg menunjukkan struktur amorf dan kristalin grafit namun tidak sempurna. Proses antisolvent treatment meliputi penambahan metanol terhadap crude glycerol dengan perbandingan 3 1 filtrasi vakum dan evaporasi. Proses adsorpsi optimum terhadap crude glycerol dilakukan dengan 0 5 gram karbon aktif selama 75 menit yang menghasilkan gliserol dengan kadar 96 29% kadar air 3 21% kadar abu 6 05% dan kadar FFA 0 21% dan telah sesuai SNI 06-1564-1989 tentang gliserol kasar dan SNI 06-2570-1992 tentang gliserol teknis. Spektrum IR gliserol menunjukkan puncak khas yaitu -O-H dan -C-H. Gliserol yang diperoleh digunakan sebagai bahan pelembab sabun cair. Sabun cair yang dihasilkan memiliki pH pada rentang 5 20-5 67 dan FFA pada rentang 5 20-5 67 yang sesuai SNI-2588-2017 tentang sabun cair pembersih tangan.