Tesis
Integrasi google earth engine dalam modul ajar digital berbasis spasial untuk siswa sma: fenomena bencana kekeringan / Muhammad Rizieq Fahmi
Abstrak
Pembelajaran geografi pada topik kekeringan memiliki tantangan dalam menghubungkan teori dengan realitas di sekitar siswa. Bahan ajar utama oleh kemdikbud telah memfasilitasinya namun belum mengkonstruksi pemahaman kekeringan secara mendalam melalui percontohan fenomena kekeringan secara spasiotemporal melalui peta. Disamping itu bentuk e-book pada bahan ajar utama belum cukup untuk memfasilitasi siswa dalam mengakses peta digital interaktif. Maka perlu pengembangan modul ajar sebagai pendamping bahan ajar utama untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap kekeringan dalam bentuk digital berupa google sites. Selain itu Google Earth Engine (GEE) digunakan untuk visualisasi peta kekeringan interaktif karena efisiensi dan bebas biaya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul ajar digital berbasis spasial terintegrasi GEEyang valid dan layak digunakan untuk pembelajaran geografi pada topik kekeringan serta mengevaluasi penerapannya dalam berbagai variasi model pembelajaran dan lingkungan sekolah yang berbeda baik di wilayah urban maupu rural. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis Design Develop Implement Evaluate) untuk menghasilkan modul ajar digital berbasis data spasial pada topik kekeringan. Modul divalidasi oleh ahli materi dan media untuk menilai kesesuaian konten dan desain serta dilakukan revisi formatif berdasarkan umpan balik yang diterima. Selanjutnya modul diujicobakan pada skala kecil untuk penilaian produk terhadap kepuasan pengguna dan capaian pembelajaran. Implementasi produk melibatkan uji coba skala besar di dua lingkungan sekolah dengan karakteristik berbeda yaitu MAN 2 Tulungagung sebagai sekolah urban dan SMAN 1 Campurdarat sebagai sekolah rural. Evaluasi sumatif dilakukan melalui analisis deskriptif dan inferensial untuk mengukur efektivitas modul terhadap hasil belajar siswa melalui perbedaan penggunaan instruksional pembelajaran antara Direct dan 5E. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dinyatakan valid dan layak digunakan. Temuan menunjukkan bahwa penerapan modul ajar dengan instruksional 5E berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa di kedua lingkungan sekolah urban dan rural. Sebaliknya penerapan modul ajar dengan instruksional Direct lebih efektif diterapkan di sekolah rural. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan modul ajar untuk meningkatkan pemahaman kekeringan secara konstruktif melalui pembelajaran spasial. Saran untuk penelitian selanjutnya berupa penerapan modul ajar dengan partisipan yang lebih pengembangan GEEApp yang lebih kompleks eksplorasi pengaruh modul ajar terhadap kemampuan berpikir kritis dan analitis serta investigasi performa produk melalui eksperimen penggunaan desain instruksional lain yang relevan.