Disertasi
Teori pembelajaran lokal berbasis noticing guru dalam mendukung literasi matematis siswa pada topik pola bilangan / Navel Oktaviandy Mangelep
Abstrak
Rendahnya tingkat literasi matematis siswa Indonesia baik dalam asesmen internasional seperti PISA TIMSS dan PIRLS maupun asesmen nasional seperti KLM dan AKM menunjukkan adanya kesenjangan serius dalam praktik pembelajaran matematika. Banyak guru masih terfokus pada penyampaian prosedural dan belum mengembangkan kemampuan untuk memperhatikan menafsirkan dan merespons pemikiran siswa selama proses belajar. Kondisi ini mendorong pentingnya pembelajaran matematika yang tidak hanya kontekstual dan bermakna bagi siswa tetapi juga memberdayakan guru sebagai pengamat aktif proses berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Teori Pembelajaran Lokal (TPL) berbasis noticing guru guna mendukung literasi matematis siswa pada topik pola bilangan serta untuk memahami secara kualitatif keterkaitan antara TPL praktik noticing guru dan literasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi melalui tahapan design research dalam tiga fase utama yaitu perencanaan implementasi pembelajaran dan analisis retrospektif. Subjek penelitian adalah satu guru kelas VIII di SMP Negeri 1 Ratahan dengan topik pola bilangan segitiga dan pola bilangan kubus. Desain pembelajaran dikembangkan dalam bentuk lintasan belajar hipotetik (LBH) yang dirancang berdasarkan analisis konteks lokal struktur kognitif siswa dan potensi noticing guru dalam mendukung literasi matematis. Peneliti bekerja bersama guru untuk merancang dan merevisi aktivitas pembelajaran sekaligus mengamati praktik noticing guru selama pelaksanaan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas rekaman video hasil kerja siswa dan wawancara reflektif dengan guru dan siswa. Instrumen penelitian mencakup (1) perangkat pembelajaran melalui Lintasan Belajar Hipotetik (LBH) (2) Pedoman wawancara guru dan siswa (3) Lembar observasi guru dan siswa (4) Lembar catatan lapangan dan (5) Pedoman analisis video pembelajaran. Setiap instrumen telah divalidasi oleh ahli pendidikan matematika dan digunakan secara triangulasi untuk memperkuat validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPL mampu mendukung literasi matematis siswa secara bertahap. Aktivitas pembelajaran yang diawali dari konteks nyata mendorong siswa untuk merumuskan persoalan (formulating) menggunakan strategi matematika (employing) dan menafsirkan solusi dalam konteks asalnya (interpreting). Pada topik pola bilangan segitiga siswa menunjukkan kemampuan membangun pola numerik dari representasi visual dan menggeneralisasi menjadi rumus simbolik. Pada pola bilangan kubus siswa mulai memahami hubungan antar dimensi melalui pendekatan visual-spasial dan numerik. Namun tahap interpreting masih menjadi tantangan terutama dalam menghubungkan hasil matematis dengan makna kontekstual. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik noticing guru berperan penting dalam keberhasilan implementasi TPL. Guru yang mampu memperhatikan respons siswa (attending) menafsirkan strategi mereka (interpreting) dan merespons secara adaptif (responding) dapat mengarahkan proses belajar yang lebih bermakna. Interaksi antara desain pembelajaran dan praktik guru membentuk siklus yang saling memperkuat desain memandu praktik dan praktik memperkaya desain. Dari proses ini terbentuklah teori pembelajaran lokal yang tidak hanya kontekstual dan valid tetapi juga dapat diadaptasi untuk topik lain dalam pembelajaran matematika. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi matematis siswa dapat didukung jika desain pembelajaran disusun berbasis konteks nyata dan disertai praktik noticing guru yang reflektif. Selain itu kemampuan guru untuk menyadari dan merespons cara berpikir siswa merupakan komponen kunci dalam keberhasilan proses belajar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori pembelajaran lokal dan memperluas wawasan tentang peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan adaptif. Hasil ini juga relevan untuk pelatihan guru pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Indonesia. Berdasarkan temuan tersebut disarankan agar program pelatihan dan pengembangan profesional guru di masa mendatang secara eksplisit memasukkan keterampilan noticing sebagai salah satu fokus utama sehingga guru mampu mengidentifikasi dan merespons pemikiran siswa secara lebih tepat. Selain itu penelitian lebih lanjut dapat memperluas penerapan TPL ini pada topik matematika lain dan jenjang pendidikan berbeda untuk menguji generalisasi serta efektivitasnya dalam konteks yang lebih luas.